Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Kantong yang Haus
Miftah yusufpati
Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:30 WIB
Apa yang bukan haknya akan membawa kesia-siaan, bahkan bisa jadi bencana. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu hari, Nasrudin Hoja diundang ke sebuah pesta pernikahan. Meja-meja penuh hidangan, orang-orang makan dengan lahap, dan suasana begitu meriah.
Di sudut ruangan, matanya tertumbuk pada seorang sahabat lamanya yang sedang asyik menyantap makanan. Tapi bukan hanya itu: sambil makan, sahabatnya itu juga sibuk menyuapi… kantong bajunya! Satu tangan membawa makanan ke mulut, satu tangan lainnya memasukkan buah, daging, kue ke dalam kantong bajunya yang sudah menggelembung.
Nasrudin hanya menggeleng-geleng melihat kerakusan itu. Diam-diam ia mengambil teko berisi air. Pelan-pelan, ia mendekati sahabatnya itu dari belakang, lalu menuangkan air ke dalam kantong baju yang sudah penuh makanan itu.
Tiba-tiba sahabatnya melonjak. “Hai, Nasrudin! Kau sudah gila? Kenapa kantong bajuku kau tuangi air?” serunya kaget.
Nasrudin tersenyum tenang sambil meletakkan teko. “Maaf, sahabat,” ujarnya santai. “Aku lihat tadi kantongmu sudah makan begitu banyak. Aku takut ia kehausan, jadi kuberi minum secukupnya.”
Orang-orang di sekitarnya pun tak kuasa menahan tawa. Sahabatnya hanya bisa terdiam, menatap kantong basahnya yang kini sudah tak selera lagi untuk makan.
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Baju yang Lapar
Di sudut ruangan, matanya tertumbuk pada seorang sahabat lamanya yang sedang asyik menyantap makanan. Tapi bukan hanya itu: sambil makan, sahabatnya itu juga sibuk menyuapi… kantong bajunya! Satu tangan membawa makanan ke mulut, satu tangan lainnya memasukkan buah, daging, kue ke dalam kantong bajunya yang sudah menggelembung.
Nasrudin hanya menggeleng-geleng melihat kerakusan itu. Diam-diam ia mengambil teko berisi air. Pelan-pelan, ia mendekati sahabatnya itu dari belakang, lalu menuangkan air ke dalam kantong baju yang sudah penuh makanan itu.
Tiba-tiba sahabatnya melonjak. “Hai, Nasrudin! Kau sudah gila? Kenapa kantong bajuku kau tuangi air?” serunya kaget.
Nasrudin tersenyum tenang sambil meletakkan teko. “Maaf, sahabat,” ujarnya santai. “Aku lihat tadi kantongmu sudah makan begitu banyak. Aku takut ia kehausan, jadi kuberi minum secukupnya.”
Orang-orang di sekitarnya pun tak kuasa menahan tawa. Sahabatnya hanya bisa terdiam, menatap kantong basahnya yang kini sudah tak selera lagi untuk makan.
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Baju yang Lapar