Serangan Bom Daesh Hantam Kendaraan Taliban di Kabul
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 03 Oktober 2021 - 20:35 WIB
Ilustrasi serangan ledakan bom di Afghanista. Foto: Langit7.id/iStock
Sebuah kendaraan milik Taliban dihantam ledakan di sebuah kota di utara ibu kota Kabul pada, Jumat (1/10/2021). Dua tersangka ditahan dalam operasi pencarian setelah insiden yang terjadi di Charikar, ibu kota provinsi Parwan.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid. Menurutnya, beberapa anggota kelompok teror Daesh, juga dikenal sebagai ISIS, tewas dalam operasi tersebut dan beberapa di antaranya ditangkap hidup-hidup.
Baca Juga:Sahar Nakayama Muslimah Keturunan Jepang yang Tak Temui Kesulitan Berhijab
Beberapa anggota Taliban terluka dalam serangan bom dan bentrokan pecah selama operasi setelah serangan. Serangan yang diklaim oleh Daesh meningkat setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus.
Kelompok teror tersebut bertanggung jawab atas serangan bom di kota timur Jalalabad pada 18 dan 19 September yang menewaskan empat orang tewas. Pejabat Taliban mengklaim bahwa Daesh tidak menimbulkan ancaman besar dan kelompok teroris tidak akan diizinkan untuk beroperasi di negara itu.
Baca Juga:
Mengenal Almarhum Mbah Hambali, Sang Kiai Pengasuh Santri Frustasi
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid. Menurutnya, beberapa anggota kelompok teror Daesh, juga dikenal sebagai ISIS, tewas dalam operasi tersebut dan beberapa di antaranya ditangkap hidup-hidup.
Baca Juga:Sahar Nakayama Muslimah Keturunan Jepang yang Tak Temui Kesulitan Berhijab
Beberapa anggota Taliban terluka dalam serangan bom dan bentrokan pecah selama operasi setelah serangan. Serangan yang diklaim oleh Daesh meningkat setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada Agustus.
Kelompok teror tersebut bertanggung jawab atas serangan bom di kota timur Jalalabad pada 18 dan 19 September yang menewaskan empat orang tewas. Pejabat Taliban mengklaim bahwa Daesh tidak menimbulkan ancaman besar dan kelompok teroris tidak akan diizinkan untuk beroperasi di negara itu.
Baca Juga:
Mengenal Almarhum Mbah Hambali, Sang Kiai Pengasuh Santri Frustasi