Aliansi Musisi Pro Palestina Protes Intimidasi di Dunia Musik dan Hukum
Esti setiyowati
Selasa, 22 Juli 2025 - 14:46 WIB
Massive Attack mengumumkan pembentukan aliansi musisi pro Palestina yang menentang intimidasi dalam industri musik. Foto: Massive Attack.ie
Band kolektif trip hop asal Inggris, Massive Attack mengumumkan pembentukan aliansi musisi pro Palestina yang menentang intimidasi dalam industri musik.
Lewat media sosila, Massive Attack mengeluarkan pernyataan protes terhadap upaya penyensoran para artis yang memprotes perang Israel di Gaza.
"Keadaan di Gaza telah berubah tak terlukiskan. Kami menulis sebagai seniman yang memilih menggunakan platform publik kami untuk menyuarakan penolakan terhadap genosida yang terjadi di sana & peran Pemerintah Inggris dalam memfasilitasinya." kata Massive Attack di akun Instagram @massiveattackofficial, dilihat Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Pemain Opera Kibarkan Bendera Palestina di Panggung Royal Opera House
Aliansi musisi tersebut juga mengungkapkan telah menjadi sasaran intimidasi, baik secara industri dan hukum termasuk tekanan dari UK Lawyers For Israel.
"Atas dasar ungkapan hati nurani kami, kami telah menjadi sasaran berbagai intimidasi dari dalam industri kami (baik secara langsung maupun rekaman) dan secara hukum melalui badan-badan terorganisir seperti UK Lawyers For Israel; yang berbagai aktivitasnya akhirnya terungkap dalam sebuah film dokumenter baru yang ditayangkan tadi malam oleh kolektif Led By Donkeys." lanjutnya.
Sebagai informasi, Led by Donkeys merupakan kelompok anti-Brexit yang dibentuk pada 2018.
Lewat media sosila, Massive Attack mengeluarkan pernyataan protes terhadap upaya penyensoran para artis yang memprotes perang Israel di Gaza.
"Keadaan di Gaza telah berubah tak terlukiskan. Kami menulis sebagai seniman yang memilih menggunakan platform publik kami untuk menyuarakan penolakan terhadap genosida yang terjadi di sana & peran Pemerintah Inggris dalam memfasilitasinya." kata Massive Attack di akun Instagram @massiveattackofficial, dilihat Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Pemain Opera Kibarkan Bendera Palestina di Panggung Royal Opera House
Aliansi musisi tersebut juga mengungkapkan telah menjadi sasaran intimidasi, baik secara industri dan hukum termasuk tekanan dari UK Lawyers For Israel.
"Atas dasar ungkapan hati nurani kami, kami telah menjadi sasaran berbagai intimidasi dari dalam industri kami (baik secara langsung maupun rekaman) dan secara hukum melalui badan-badan terorganisir seperti UK Lawyers For Israel; yang berbagai aktivitasnya akhirnya terungkap dalam sebuah film dokumenter baru yang ditayangkan tadi malam oleh kolektif Led By Donkeys." lanjutnya.
Sebagai informasi, Led by Donkeys merupakan kelompok anti-Brexit yang dibentuk pada 2018.