Indonesia Makin Percaya Diri Punya Mobil Nasional Baru Yang Diberi Nama I2C dan Ikut Ramaikan GIIAS
Tim langit 7
Sabtu, 26 Juli 2025 - 21:16 WIB
Indonesia Makin Percaya Diri Punya Mobil Nasional Baru Yang Diberi Nama I2C dan Ikut Ramaikan GIIAS
LANGIT7.ID-Jakarta; Keren! Indonesia punya mobil nasional baru. Seperti apa ya? Berikut informasi lebih lanjut tentang i2C, mobil nasional terbaru Indonesia. 'Indonesian Indigenous Car' (kepanjangan dari i2C) akan memulai debutnya dalam bentuk model clay 1:1 di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Perusahaan di balik proyek ini adalah PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), yang bergerak di bidang peralatan militer.
Menurut deskripsi 'tentang kami' di situs webnya, TMI adalah 'platform strategis untuk akuisisi teknologi inovatif guna meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan nasional, sekaligus integrator sistem untuk manajemen pertempuran yang mencakup pengembangan teknologi militer mutakhir'. Bagian produknya mencantumkan sistem pertahanan udara, darat, dan laut.
Produk pertama i2C akan berupa SUV besar berbasis platform dari mitra asing yang identitasnya belum diungkap. Seperti diungkap dalam postingan awal kami, TMI telah menggandeng Italdesign untuk desain, tetapi studio desain ternama asal Italia ini hanya memberikan saran dan masukan teknis.
"Desainernya adalah orang Indonesia. Kami hanya meminta saran dari Italdesign," kata Presiden dan CEO TMI Harsusantu kepada Kompas. Dia menambahkan bahwa perusahaan Italia tersebut juga memberikan masukan teknis dan akses ke basis data desain global, serta TMI bekerja sama dengan universitas dan desainer lokal di Indonesia.
Orang-orang di balik mobil nasional terbaru Indonesia ini mengklaim bahwa SUV listrik tujuh penumpang i2C akan menjadi mobil pertama yang sepenuhnya dikembangkan dengan hak kekayaan intelektual (IP) milik Indonesia. Disebutkan bahwa lima desainer lokal menciptakan desain dari nol dengan pendekatan budaya Nusantara.
Menurut TMI, fokus i2C tidak hanya pada desain, tetapi juga kesiapan manufaktur. "Seluruh desain mempertimbangkan ketersediaan peralatan dan rantai pasok lokal agar biaya produksi tidak melambung tinggi," ujar pimpinan TMI. Dia mengklaim bahwa meski baterai dan motor SUV tersebut berasal dari vendor global, sistem integrasi, perangkat lunak, dan platform dikembangkan oleh tim i2C sehingga IP-nya menjadi milik Indonesia.
TMI mengatakan akan membangun 40 hingga 50 prototipe untuk uji tabrakan dan kelayakan produksi, dibantu oleh simulator digital. Mereka menargetkan produksi massal pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan harga target di bawah Rp500 juta.
Menurut deskripsi 'tentang kami' di situs webnya, TMI adalah 'platform strategis untuk akuisisi teknologi inovatif guna meningkatkan sektor pertahanan dan keamanan nasional, sekaligus integrator sistem untuk manajemen pertempuran yang mencakup pengembangan teknologi militer mutakhir'. Bagian produknya mencantumkan sistem pertahanan udara, darat, dan laut.
Produk pertama i2C akan berupa SUV besar berbasis platform dari mitra asing yang identitasnya belum diungkap. Seperti diungkap dalam postingan awal kami, TMI telah menggandeng Italdesign untuk desain, tetapi studio desain ternama asal Italia ini hanya memberikan saran dan masukan teknis.
"Desainernya adalah orang Indonesia. Kami hanya meminta saran dari Italdesign," kata Presiden dan CEO TMI Harsusantu kepada Kompas. Dia menambahkan bahwa perusahaan Italia tersebut juga memberikan masukan teknis dan akses ke basis data desain global, serta TMI bekerja sama dengan universitas dan desainer lokal di Indonesia.
Orang-orang di balik mobil nasional terbaru Indonesia ini mengklaim bahwa SUV listrik tujuh penumpang i2C akan menjadi mobil pertama yang sepenuhnya dikembangkan dengan hak kekayaan intelektual (IP) milik Indonesia. Disebutkan bahwa lima desainer lokal menciptakan desain dari nol dengan pendekatan budaya Nusantara.
Menurut TMI, fokus i2C tidak hanya pada desain, tetapi juga kesiapan manufaktur. "Seluruh desain mempertimbangkan ketersediaan peralatan dan rantai pasok lokal agar biaya produksi tidak melambung tinggi," ujar pimpinan TMI. Dia mengklaim bahwa meski baterai dan motor SUV tersebut berasal dari vendor global, sistem integrasi, perangkat lunak, dan platform dikembangkan oleh tim i2C sehingga IP-nya menjadi milik Indonesia.
TMI mengatakan akan membangun 40 hingga 50 prototipe untuk uji tabrakan dan kelayakan produksi, dibantu oleh simulator digital. Mereka menargetkan produksi massal pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan harga target di bawah Rp500 juta.