WHO Peringatkan Malnutrisi di Gaza Mencapai Tingkat Mengkhawatirkan
Lusi mahgriefie
Senin, 28 Juli 2025 - 09:37 WIB
WHO mengeluarkan warning malnutrisi di Gaza sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Foto: bbc.com
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa malnutrisi di Gaza, Palestina telah mencapai "tingkat yang mengkhawatirkan", serta berada pada tingkat "lintasan berbahaya". Hal ini disampaikan WHO setelah pengiriman bantuan melalui udara dilanjutkan di Jalur Gaza.
Tak hanya WHO, Program Pangan Dunia PBB menyatakan sepertiga dari dua juta penduduk Gaza tidak makan selama beberapa hari, dan seperempatnya "mengalami kondisi seperti kelaparan".
Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi dalam beberapa hari terakhir oleh Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.
Ratusan orang tewas akibat tembakan, menurut Kementerian, ketika mereka berusaha mendapatkan makanan dari sejumlah titik distribusi terbatas yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel dan AS. Israel membantah telah menargetkan warga sipil pengumpul bantuan.
Baca juga:Dukung Gaza, Aktivis Dunia Kirim Kapal Bantuan dari Italia
Sementara itu, Yordania mengatakan, telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mengirimkan 25 ton bantuan ke Gaza pada hari Minggu setelah Israel memulai apa yang disebutnya "jeda taktis" dalam pertempuran.
Israel sebut akan menghentikan operasi militer selama 10 jam sehari di beberapa wilayah Gaza dan mengizinkan koridor bantuan untuk konvoi PBB. Ini dilakukan dengan dalih untuk "membantah klaim palsu tentang kelaparan yang disengaja".
Tak hanya WHO, Program Pangan Dunia PBB menyatakan sepertiga dari dua juta penduduk Gaza tidak makan selama beberapa hari, dan seperempatnya "mengalami kondisi seperti kelaparan".
Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi dalam beberapa hari terakhir oleh Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.
Ratusan orang tewas akibat tembakan, menurut Kementerian, ketika mereka berusaha mendapatkan makanan dari sejumlah titik distribusi terbatas yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel dan AS. Israel membantah telah menargetkan warga sipil pengumpul bantuan.
Baca juga:Dukung Gaza, Aktivis Dunia Kirim Kapal Bantuan dari Italia
Sementara itu, Yordania mengatakan, telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mengirimkan 25 ton bantuan ke Gaza pada hari Minggu setelah Israel memulai apa yang disebutnya "jeda taktis" dalam pertempuran.
Israel sebut akan menghentikan operasi militer selama 10 jam sehari di beberapa wilayah Gaza dan mengizinkan koridor bantuan untuk konvoi PBB. Ini dilakukan dengan dalih untuk "membantah klaim palsu tentang kelaparan yang disengaja".