Tsunami 4 Meter Hantam Rusia, Jepang-Hawaii Panik Evakuasi Massal
Tim langit 7
Rabu, 30 Juli 2025 - 13:13 WIB
Gelombang tsunami membanjiri kawasan Severo-Kurilsk setelah gempa dahsyat berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka di timur jauh Rusia, pada 30 Juli 2025. Dok: Istimewa
LANGIT7.ID-Jakarta; Sebuah gempa besar berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang wilayah Kamchatka di timur jauh Rusia pada Rabu, memicu gelombang tsunami setinggi 4 meter dan memaksa Hawaii serta sejumlah negara di sekitar Samudra Pasifik mengeluarkan perintah evakuasi.
Gempa dangkal ini merusak sejumlah bangunan dan menyebabkan beberapa orang terluka di kawasan terpencil Rusia. Sementara itu, sebagian besar wilayah pantai timur Jepang—yang pernah hancur akibat gempa 9,0 magnitudo dan tsunami pada 2011—ikut diperintahkan untuk segera mengungsi.
Di Hawaii, warga pesisir diminta segera menuju tempat tinggi atau lantai empat ke atas. Penjaga Pantai AS bahkan memerintahkan seluruh kapal keluar dari pelabuhan demi menghindari gelombang tsunami yang mendekat.
“Segera Bertindak! Gelombang tsunami berpotensi merusak sedang menuju,” tulis Dinas Manajemen Darurat Honolulu lewat platform X (dulu Twitter). Namun, berdasarkan tayangan langsung, tak terlihat gelombang besar menerjang pulau-pulau paling barat Hawaii saat waktu kedatangan tsunami pertama menjelang matahari terbenam.
Di Kamchatka, gelombang tsunami sudah lebih dulu menerjang beberapa wilayah, membanjiri sebagian pelabuhan dan pabrik pengolahan ikan di kota Severo-Kurilsk serta menyeret kapal-kapal dari tambatannya, menurut keterangan otoritas setempat dan Kementerian Darurat Rusia.
“Gempa hari ini sangat serius dan merupakan yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov lewat video yang diunggah di Telegram. Para ilmuwan Rusia menyatakan ini adalah gempa paling kuat di wilayah tersebut sejak tahun 1952.
Kementerian Darurat Rusia juga menginformasikan bahwa sebuah taman kanak-kanak mengalami kerusakan, namun sebagian besar bangunan lainnya tetap bertahan. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius sejauh ini.
Gempa dangkal ini merusak sejumlah bangunan dan menyebabkan beberapa orang terluka di kawasan terpencil Rusia. Sementara itu, sebagian besar wilayah pantai timur Jepang—yang pernah hancur akibat gempa 9,0 magnitudo dan tsunami pada 2011—ikut diperintahkan untuk segera mengungsi.
Di Hawaii, warga pesisir diminta segera menuju tempat tinggi atau lantai empat ke atas. Penjaga Pantai AS bahkan memerintahkan seluruh kapal keluar dari pelabuhan demi menghindari gelombang tsunami yang mendekat.
“Segera Bertindak! Gelombang tsunami berpotensi merusak sedang menuju,” tulis Dinas Manajemen Darurat Honolulu lewat platform X (dulu Twitter). Namun, berdasarkan tayangan langsung, tak terlihat gelombang besar menerjang pulau-pulau paling barat Hawaii saat waktu kedatangan tsunami pertama menjelang matahari terbenam.
Di Kamchatka, gelombang tsunami sudah lebih dulu menerjang beberapa wilayah, membanjiri sebagian pelabuhan dan pabrik pengolahan ikan di kota Severo-Kurilsk serta menyeret kapal-kapal dari tambatannya, menurut keterangan otoritas setempat dan Kementerian Darurat Rusia.
“Gempa hari ini sangat serius dan merupakan yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov lewat video yang diunggah di Telegram. Para ilmuwan Rusia menyatakan ini adalah gempa paling kuat di wilayah tersebut sejak tahun 1952.
Kementerian Darurat Rusia juga menginformasikan bahwa sebuah taman kanak-kanak mengalami kerusakan, namun sebagian besar bangunan lainnya tetap bertahan. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka serius sejauh ini.