Kisah Kocak Penuh Hikmah Abu Nawas: Tiga Jawaban, Satu Pertanyaan
Miftah yusufpati
Senin, 04 Agustus 2025 - 05:45 WIB
Kisah ini mengajarkan bahwa hikmah bukan terletak pada jawaban, melainkan pada kepekaan membaca keadaan dan kebijaksanaan dalam meresponsnya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- "Abu Nawas, manakah yang lebih utama: orang yang berbuat dosa besar, atau orang yang hanya melakukan dosa kecil?"
Pertanyaan itu dilemparkan oleh tiga orang yang datang berurutan ke rumah Abu Nawas pada suatu sore yang hangat di Baghdad. Abu Nawas baru saja menyelesaikan puisinya tentang keindahan bintang di langit ketika tamu pertama masuk.
“Yang lebih utama tentu orang yang hanya melakukan dosa kecil,” jawab Abu Nawas mantap.
Orang itu mengangguk mantap, seolah baru saja menemukan fatwa hidupnya. “Ah, betul! Lebih ringan diampuni Tuhan,” katanya sambil pamit pulang.
Tak lama, datang orang kedua dengan pertanyaan yang sama. Abu Nawas tak bergeming.
“Yang lebih utama adalah orang yang tidak melakukan dosa sama sekali,” jawab Abu Nawas.
Orang itu bersinar wajahnya. “Betul sekali! Kenapa berbuat dosa kalau bisa tidak berdosa sama sekali?” katanya penuh semangat sebelum berlalu.
Pertanyaan itu dilemparkan oleh tiga orang yang datang berurutan ke rumah Abu Nawas pada suatu sore yang hangat di Baghdad. Abu Nawas baru saja menyelesaikan puisinya tentang keindahan bintang di langit ketika tamu pertama masuk.
“Yang lebih utama tentu orang yang hanya melakukan dosa kecil,” jawab Abu Nawas mantap.
Orang itu mengangguk mantap, seolah baru saja menemukan fatwa hidupnya. “Ah, betul! Lebih ringan diampuni Tuhan,” katanya sambil pamit pulang.
Tak lama, datang orang kedua dengan pertanyaan yang sama. Abu Nawas tak bergeming.
“Yang lebih utama adalah orang yang tidak melakukan dosa sama sekali,” jawab Abu Nawas.
Orang itu bersinar wajahnya. “Betul sekali! Kenapa berbuat dosa kalau bisa tidak berdosa sama sekali?” katanya penuh semangat sebelum berlalu.