home masjid

Masjid di Indonesia Bukan Sekadar Tempat Ibadah, tapi Pusat Peradaban Dunia Islam

Selasa, 05 Agustus 2025 - 13:50 WIB
Masjid di Indonesia Bukan Sekadar Tempat Ibadah, tapi Pusat Peradaban Dunia Islam
LANGIT7.ID-Bandung; Ketua Umum Asosisasi Masjid Kampus Indonesia(AMKI) dan Ketua Pembina YPM Salman ITB Prof. Ir. Hermawan Kresna Dipojono, MSEE, Ph.D. menegaskan bahwa masjid di Indonesia memiliki peran sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Hal itu disampaikannya dalam seminar internasional bertema "Improving the Quality of Masjid Management: Best Practices and Lesson Learned from Indonesia and United Kingdom" yang diselenggarakan di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa (5/8).

Dalam paparannya, Prof. Hermawan mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia. Data Kementerian Agama tahun 2024 mencatat sebanyak 663.729 masjid dan musala yang telah terdaftar. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan melebihi 800.000 unit karena banyak masjid belum terdata secara resmi.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain seperti India yang memiliki 300.000–400.000 masjid, Pakistan dengan sekitar 110.000, dan Turki yang memiliki sekitar 80.000 masjid. Indonesia juga merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yakni sekitar 231 juta jiwa atau lebih dari 85% dari total penduduk.

Prof. Hermawan menyampaikan bahwa sebagian besar masjid di Indonesia berdiri sebelum kemerdekaan dan dibangun secara swadaya oleh masyarakat atau organisasi dakwah. "Fakta ini menunjukkan bahwa perkembangan masjid di Indonesia merupakan hasil dari inisiatif akar rumput dan bukan semata intervensi negara," ujar dia, Selasa (5/8/2025).

Masjid-masjid tersebut juga menjadi cerminan dari kekuatan wakaf umat Islam Indonesia. Wakaf tanah dan dana telah memungkinkan pembangunan dan pengelolaan masjid secara mandiri, mencerminkan komitmen kolektif dalam menjalankan kehidupan keagamaan secara independen.

Dalam Islam, pengabdian mencakup seluruh aspek kehidupan. Sejak masa Nabi Muhammad ﷺ, masjid telah menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan titik penting perkembangan peradaban. Di Indonesia, fungsi ini terus hidup melalui berbagai bentuk aktivitas di masjid.

Beberapa masjid di Indonesia telah menerapkan praktik manajemen dan program inovatif. Masjid Baitul Huda di Antapani menyediakan makan siang gratis setiap hari serta layanan sosial seperti Wi-Fi dan potong rambut. Masjid Salman ITB memiliki program kaderisasi mahasiswa Muslim yang terstruktur. Sementara itu, Masjid Al-Kahfi Bunut di Bandung mengembangkan program pelatihan bisnis berbasis digital untuk mendukung aktivitas masjid dan jamaah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya