BCA Syariah Ungkap Strategi Jaga Dana CASA Meski Ada Rekening Dorman dan Pemblokiran
Nabil
Rabu, 06 Agustus 2025 - 13:40 WIB
BCA Syariah Ungkap Strategi Jaga Dana CASA Meski Ada Rekening Dorman dan Pemblokiran
LANGIT7.ID-Jakarta;Kinerja positif PT Bank BCA Syariah terus berlanjut sepanjang Semester I 2025. Dalam sesi tanya jawab pada media update bertajuk Sustainable Growth and Resilient Performance di Kantor Pusat BCA Syariah, perhatian publik tertuju pada pertumbuhan dana murah (CASA) dan potensi dampak dari rekening yang diblokir maupun tidak aktif.
Direktur Utama BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyampaikan bahwa peningkatan komposisi CASA terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi 40,82% merupakan hasil dari strategi aktif yang dijalankan perseroan. “Ini memang hasil dari beberapa inisiasi kita, khususnya dengan kita punya BEQ untuk GIRO, juga pendekatan lebih rutin ke nasabah debitur untuk mengaktifkan rekening,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Yuli mengakui bahwa masih terdapat rekening yang bersaldo nol maupun dorman (tidak aktif bertransaksi). “Kisarannya sekitar 25% sampai 30% dari total rekening individu. Tapi sekarang banyak yang menjadi aktif kembali karena promo-promo kami dan fitur yang lebih baik,” jelasnya.
Baca juga: BCA Syariah Catat Laba Rp100 Miliar dan Aset Tembus Rp17,6 Triliun di Semester I 2025
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan berdasarkan ketentuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, sebagian rekening yang sebelumnya diblokir kini sudah kembali aktif. “Alhamdulillah di tempat kami tidak ada fenomena nasabah langsung menarik dananya besar-besaran setelah pembukaan kembali. Nasabah masih setia bersama BCA Syariah,” kata Yuli.
Terkait dampak rekening dormant terhadap kinerja keuangan, Direktur BCA Syariah Eduard Guntoro Purba menambahkan bahwa saldo yang terdampak sangat kecil. “Secara umum saldo yang ada masih di bawah 1% dari CASA kami. Jadi kalaupun itu ditarik tidak akan berpengaruh terhadap kondisi outstanding CASA kami,” ungkap Eduard.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan terkait rekening tidak aktif. Menurutnya, kebijakan ini justru membuka peluang bagi bank untuk lebih aktif berinteraksi dengan nasabah.
Direktur Utama BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyampaikan bahwa peningkatan komposisi CASA terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi 40,82% merupakan hasil dari strategi aktif yang dijalankan perseroan. “Ini memang hasil dari beberapa inisiasi kita, khususnya dengan kita punya BEQ untuk GIRO, juga pendekatan lebih rutin ke nasabah debitur untuk mengaktifkan rekening,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Yuli mengakui bahwa masih terdapat rekening yang bersaldo nol maupun dorman (tidak aktif bertransaksi). “Kisarannya sekitar 25% sampai 30% dari total rekening individu. Tapi sekarang banyak yang menjadi aktif kembali karena promo-promo kami dan fitur yang lebih baik,” jelasnya.
Baca juga: BCA Syariah Catat Laba Rp100 Miliar dan Aset Tembus Rp17,6 Triliun di Semester I 2025
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan berdasarkan ketentuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Namun, sebagian rekening yang sebelumnya diblokir kini sudah kembali aktif. “Alhamdulillah di tempat kami tidak ada fenomena nasabah langsung menarik dananya besar-besaran setelah pembukaan kembali. Nasabah masih setia bersama BCA Syariah,” kata Yuli.
Terkait dampak rekening dormant terhadap kinerja keuangan, Direktur BCA Syariah Eduard Guntoro Purba menambahkan bahwa saldo yang terdampak sangat kecil. “Secara umum saldo yang ada masih di bawah 1% dari CASA kami. Jadi kalaupun itu ditarik tidak akan berpengaruh terhadap kondisi outstanding CASA kami,” ungkap Eduard.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan terkait rekening tidak aktif. Menurutnya, kebijakan ini justru membuka peluang bagi bank untuk lebih aktif berinteraksi dengan nasabah.