BCA Syariah Sebut CASA Belum Jadi Ajang Persaingan, Pasar Syariah Masih Terbuka Luas
Nabil
Rabu, 06 Agustus 2025 - 15:08 WIB
BCA Syariah Sebut CASA Belum Jadi Ajang Persaingan, Pasar Syariah Masih Terbuka Luas
LANGIT7.ID–Jakarta; Direktur Utama BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menegaskan bahwa belum terjadi persaingan ketat dalam penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) di sektor perbankan syariah, meskipun ke depan diprediksi akan hadir tiga Bank Umum Syariah (BUS) baru di Indonesia.
“Dengan adanya BUS baru, sebetulnya kuenya syariah ini besar. Rasanya kalau dibilang perang itu masih jauh juga. Masih blue ocean kita,” ujar Yuli dalam paparan kinerja perusahaan di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah saat ini masih berada di angka 7,5 persen dari total aset perbankan nasional. Selain itu, literasi keuangan syariah masyarakat dinilai masih rendah, sehingga peluang pertumbuhan CASA antarbank syariah masih sangat besar tanpa harus bersaing secara langsung.
Baca juga: BCA Syariah Ungkap Strategi Jaga Dana CASA Meski Ada Rekening Dorman dan Pemblokiran
“Orang mengadopsi syariah itu perlu tiga langkah lebih challenging. Mereka mesti kenal dulu produknya. Belum banyak yang benar-benar paham wadiah itu seperti apa, sistem bagi hasil seperti apa,” jelasnya.
Yuli justru menyambut positif kehadiran BUS baru karena diharapkan mampu mendorong inovasi dan memperkaya ragam produk syariah di pasar. Hal ini diyakini akan semakin menarik minat masyarakat untuk beralih ke layanan keuangan berbasis prinsip syariah.
Baca juga:BCA Syariah Catat Laba Rp100 Miliar dan Aset Tembus Rp17,6 Triliun di Semester I 2025
“Dengan adanya BUS baru, sebetulnya kuenya syariah ini besar. Rasanya kalau dibilang perang itu masih jauh juga. Masih blue ocean kita,” ujar Yuli dalam paparan kinerja perusahaan di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah saat ini masih berada di angka 7,5 persen dari total aset perbankan nasional. Selain itu, literasi keuangan syariah masyarakat dinilai masih rendah, sehingga peluang pertumbuhan CASA antarbank syariah masih sangat besar tanpa harus bersaing secara langsung.
Baca juga: BCA Syariah Ungkap Strategi Jaga Dana CASA Meski Ada Rekening Dorman dan Pemblokiran
“Orang mengadopsi syariah itu perlu tiga langkah lebih challenging. Mereka mesti kenal dulu produknya. Belum banyak yang benar-benar paham wadiah itu seperti apa, sistem bagi hasil seperti apa,” jelasnya.
Yuli justru menyambut positif kehadiran BUS baru karena diharapkan mampu mendorong inovasi dan memperkaya ragam produk syariah di pasar. Hal ini diyakini akan semakin menarik minat masyarakat untuk beralih ke layanan keuangan berbasis prinsip syariah.
Baca juga:BCA Syariah Catat Laba Rp100 Miliar dan Aset Tembus Rp17,6 Triliun di Semester I 2025