home masjid

Takbir di Gerbang Konstantinopel: Prediksi Penaklukan Tanpa Peperangan

Senin, 11 Agustus 2025 - 05:45 WIB
Skenario akhir zaman yang digambarkan hadis bukan sekadar tentang geopolitik, tetapi juga transformasi iman. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di tepi selat yang memisahkan Eropa dan Asia itu, sejarah pernah bergemuruh. Konstantinopel—kini bernama Istanbul—menyimpan lebih dari sekadar kisah kekaisaran Bizantium dan pasukan Sultan Mehmed II.

Dalam khazanah hadis, kota ini menjadi salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat: penaklukan oleh kaum muslimin tanpa setetes darah pun tertumpah, tanpa pedang terhunus atau panah meluncur, senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil.

Riwayat itu datang dari Abu Hurairah, disimpan dalam Shahih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan tiba Hari Kiamat hingga 70 ribu dari Bani Ishaq menyerang kota yang satu sisinya di darat dan satu sisinya di laut. Mereka tidak bertempur, hanya mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ lalu satu sisinya runtuh… hingga mereka masuk ke dalamnya dan membagi ghanimah, tiba-tiba datang teriakan bahwa Dajjal telah keluar.”

Di sinilah muncul teka-teki. Mengapa Bani Ishaq—yang dalam silsilah merupakan nenek moyang bangsa Romawi—justru disebut sebagai penakluk Konstantinopel?

Al-Qadhi ‘Iyadh, ulama besar Maghribi abad ke-6 H, mencatat bahwa naskah-naskah Shahih Muslim memuat lafaz itu. Tapi, kata dia, sebagian ulama memahami yang dimaksud adalah “Bani Ismail”—yakni bangsa Arab. “Inilah makna yang sesuai konteks hadis,” tulisnya dalam Syarh an-Nawawi (XVIII/43-44).

Baca juga: Muhammad al-Fatih dan Hari Ketika Langit Bosporus Bergema Takbir

Tafsir lain datang dari Ibnu Katsir, sejarawan dan mufasir abad ke-8 H. Menurutnya, hadis ini memberi isyarat bahwa di akhir zaman bangsa Romawi akan memeluk Islam. Maka, sebagian dari mereka—keturunan Ishaq—bergabung dengan kaum muslimin menaklukkan kota itu. Argumentasinya diperkuat hadis al-Mustaurid al-Qurasy dalam Shahih Muslim (XVIII/22), yang menyebut lima keutamaan bangsa Romawi, termasuk ketenangan saat fitnah dan sikap melindungi yang lemah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya