Kisah Tongkat Ajaib Abu Nawas
Miftah yusufpati
Rabu, 13 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Pencuri merasa pintar karena memotong tongkat. Tapi justru akal-akalan itu yang membuat ia ketahuan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pada zaman dahulu, orang-orang masih berpikir sederhana. Kalau ada suara guntur, mereka yakin langit sedang batuk. Kalau ada pencurian, ya tinggal cari orang yang paling mencurigakan: biasanya yang terlalu pendiam atau terlalu banyak bicara.
Tapi pencuri yang satu ini pintar. Terlalu pintar, malah.
Suatu hari, seorang saudagar kaya kehilangan seratus keping lebih uang emas. Ia langsung melapor ke hakim. Hakim sudah pakai cara apapun—dari interogasi sampai dukun kampung—tetapi pencurinya tetap lenyap seperti kentut di padang pasir.
Saking frustasinya, sang saudagar membuat pengumuman: "Barang siapa mencuri uang saya, saya ikhlaskan setengah. Asal mau dikembalikan separonya lagi. Sama-sama untung."
Tapi si pencuri malah tidak muncul juga. Ia diam di pojokan kampung sambil memeluk karung berisi emas, sambil bilang dalam hati: "Setengah? Kurang dong. Yang penting sekarang: diam adalah emas. Secara harfiah."
Karena makin buntu, saudagar itu akhirnya membuat sayembara: "Siapa pun yang bisa menemukan pencuri uang saya, akan diberi semua uang emas yang dicuri!
Baca juga: Kisah Abu Nawas dan Keledai yang Menjadi Kambing
Tapi pencuri yang satu ini pintar. Terlalu pintar, malah.
Suatu hari, seorang saudagar kaya kehilangan seratus keping lebih uang emas. Ia langsung melapor ke hakim. Hakim sudah pakai cara apapun—dari interogasi sampai dukun kampung—tetapi pencurinya tetap lenyap seperti kentut di padang pasir.
Saking frustasinya, sang saudagar membuat pengumuman: "Barang siapa mencuri uang saya, saya ikhlaskan setengah. Asal mau dikembalikan separonya lagi. Sama-sama untung."
Tapi si pencuri malah tidak muncul juga. Ia diam di pojokan kampung sambil memeluk karung berisi emas, sambil bilang dalam hati: "Setengah? Kurang dong. Yang penting sekarang: diam adalah emas. Secara harfiah."
Karena makin buntu, saudagar itu akhirnya membuat sayembara: "Siapa pun yang bisa menemukan pencuri uang saya, akan diberi semua uang emas yang dicuri!
Baca juga: Kisah Abu Nawas dan Keledai yang Menjadi Kambing