Anwar Abbas Kritik Kesadaran Terlambat Dunia Arab soal Ancaman Israel Raya
Tim langit 7
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 10:43 WIB
Anwar Abbas Kritik Kesadaran Terlambat Dunia Arab soal Ancaman Israel Raya
LANGIT7.ID-Jakarta;Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas, mengkritik keras kesadaran terlambat dunia Arab terhadap ancaman ekspansi Israel. Kritik ini muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyampaikan ambisi membentuk “Israel Raya” yang wilayahnya mencakup seluruh Palestina, Jordania, Suriah, Lebanon, sebagian Mesir, Irak, dan Arab Saudi.
Menurut Anwar Abbas, upaya Israel mencaplok seluruh wilayah Palestina, termasuk Gaza, merupakan langkah strategis untuk memuluskan cita-cita tersebut.
“Mereka baru sadar setelah mendengar pernyataan Netanyahu yang secara terus terang ingin menyaksikan kehadiran negara Israel Raya,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (15/8/2025).
Ia menilai kesadaran ini seharusnya muncul jauh lebih awal, mengingat agresi Israel telah berlangsung lama.
Anwar menyayangkan mengapa dunia Arab baru sekarang secara serius menggerakkan Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan PBB untuk bersama-sama mengutuk sikap Israel. Padahal, ketika genosida dan pembersihan etnis terjadi di Gaza, sebagian besar negara Arab memilih diam. Bahkan Mesir, yang berbatasan langsung dengan Gaza, dinilai memperketat masuknya bantuan makanan, minuman, dan obat-obatan bagi korban yang sakit, kehausan, dan kelaparan.
Ia menilai nasionalisme sempit membuat negara-negara Arab lebih memprioritaskan kepentingan masing-masing ketimbang kepentingan kemanusiaan dan solidaritas bagi Palestina.
Kondisi ini menjadi cermin lemahnya kesadaran kolektif untuk melindungi wilayah dan rakyat yang tertindas, sehingga memberi celah bagi Israel untuk semakin agresif dalam mewujudkan ambisi politiknya.
Menurut Anwar Abbas, upaya Israel mencaplok seluruh wilayah Palestina, termasuk Gaza, merupakan langkah strategis untuk memuluskan cita-cita tersebut.
“Mereka baru sadar setelah mendengar pernyataan Netanyahu yang secara terus terang ingin menyaksikan kehadiran negara Israel Raya,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (15/8/2025).
Ia menilai kesadaran ini seharusnya muncul jauh lebih awal, mengingat agresi Israel telah berlangsung lama.
Anwar menyayangkan mengapa dunia Arab baru sekarang secara serius menggerakkan Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan PBB untuk bersama-sama mengutuk sikap Israel. Padahal, ketika genosida dan pembersihan etnis terjadi di Gaza, sebagian besar negara Arab memilih diam. Bahkan Mesir, yang berbatasan langsung dengan Gaza, dinilai memperketat masuknya bantuan makanan, minuman, dan obat-obatan bagi korban yang sakit, kehausan, dan kelaparan.
Ia menilai nasionalisme sempit membuat negara-negara Arab lebih memprioritaskan kepentingan masing-masing ketimbang kepentingan kemanusiaan dan solidaritas bagi Palestina.
Kondisi ini menjadi cermin lemahnya kesadaran kolektif untuk melindungi wilayah dan rakyat yang tertindas, sehingga memberi celah bagi Israel untuk semakin agresif dalam mewujudkan ambisi politiknya.
(lam)