Refleksi HUT Kemerdekaan Ke 80 (12) Saatnya Olahraga Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Menuju Prestasi Global
Dwi sasongko
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 12:30 WIB
Refleksi HUT Kemerdekaan Ke 80 (12) Saatnya Olahraga Jadi Prioritas Pembangunan Nasional Menuju Prestasi Global
LANGIT7.ID- Saatnya Indonesia menempatkan olahraga sebagai salah satu skala prioritas pembangunan. Melalui olahraga, bangsa bukan hanya bisa melahirkan prestasi gemilang di tingkat dunia, tetapi juga memperkuat persatuan, membangun karakter generasi muda, dan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional.
Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberagaman budaya dan etnis Indonesia justru dapat menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan baik. “Pengelolaan keberagaman sangat penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam identitas nasional tanpa menghapus keunikan budaya. Sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan bukanlah penghalang persatuan, melainkan kekuatan bangsa,” ujarnya kepada Langit7.id.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis sebagai ruang pemersatu. Event olahraga selalu memunculkan interaksi positif lintas suku, agama, dan daerah. “Di dalam olahraga terkandung nilai universal seperti sportivitas, kerja sama, saling menghargai, dan toleransi. Nilai-nilai ini menjadi modal sosial untuk membangun masyarakat yang harmonis,” jelas Gatot yang juga Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.
Baca juga: Refleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (11): Bangun Fasilitas Olahraga dan Karakter Sejak Dini, Kunci Lahirkan Generasi Juara
Gatot mencontohkan, mulai dari lomba-lomba sederhana saat peringatan HUT RI di kampung, hingga ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), olahraga terbukti mampu melahirkan semangat kolaboratif. Atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai latar belakang bisa bekerja sama maupun bersaing sehat. Masyarakat pun ikut terlibat sebagai panitia, relawan, maupun tuan rumah yang menyambut tamu dari berbagai daerah dengan penuh kebersamaan.
Dukungan masyarakat terhadap Timnas sepak bola juga selalu menjadi momen pemersatu bangsa. “Kemenangan Timnas tidak hanya menjadi kemenangan kelompok tertentu, tapi prestasi kolektif. Bahkan ketika kalah, ada perasaan senasib sepenanggungan yang memperkuat ikatan emosional warga negara,” katanya.
Tidak hanya sepak bola, berbagai momen olahraga internasional seperti kualifikasi Piala Dunia atau keberhasilan Indonesia di All England mampu membangkitkan kebanggaan nasional. Prestasi itu menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara terbaik di dunia. “Ini menumbuhkan doa, semangat, dan harapan kolektif yang menghilangkan batas perbedaan demi persatuan bangsa,” tutur Gatot.
Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PP Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberagaman budaya dan etnis Indonesia justru dapat menjadi kekuatan besar jika dikelola dengan baik. “Pengelolaan keberagaman sangat penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam identitas nasional tanpa menghapus keunikan budaya. Sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan bukanlah penghalang persatuan, melainkan kekuatan bangsa,” ujarnya kepada Langit7.id.
Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis sebagai ruang pemersatu. Event olahraga selalu memunculkan interaksi positif lintas suku, agama, dan daerah. “Di dalam olahraga terkandung nilai universal seperti sportivitas, kerja sama, saling menghargai, dan toleransi. Nilai-nilai ini menjadi modal sosial untuk membangun masyarakat yang harmonis,” jelas Gatot yang juga Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.
Baca juga: Refleksi HUT Kemerdekaan RI Ke 80 (11): Bangun Fasilitas Olahraga dan Karakter Sejak Dini, Kunci Lahirkan Generasi Juara
Gatot mencontohkan, mulai dari lomba-lomba sederhana saat peringatan HUT RI di kampung, hingga ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), olahraga terbukti mampu melahirkan semangat kolaboratif. Atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai latar belakang bisa bekerja sama maupun bersaing sehat. Masyarakat pun ikut terlibat sebagai panitia, relawan, maupun tuan rumah yang menyambut tamu dari berbagai daerah dengan penuh kebersamaan.
Dukungan masyarakat terhadap Timnas sepak bola juga selalu menjadi momen pemersatu bangsa. “Kemenangan Timnas tidak hanya menjadi kemenangan kelompok tertentu, tapi prestasi kolektif. Bahkan ketika kalah, ada perasaan senasib sepenanggungan yang memperkuat ikatan emosional warga negara,” katanya.
Tidak hanya sepak bola, berbagai momen olahraga internasional seperti kualifikasi Piala Dunia atau keberhasilan Indonesia di All England mampu membangkitkan kebanggaan nasional. Prestasi itu menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara terbaik di dunia. “Ini menumbuhkan doa, semangat, dan harapan kolektif yang menghilangkan batas perbedaan demi persatuan bangsa,” tutur Gatot.