Potong Gaji Pejabat Publik: Belajar dari Muhammadiyah.
Prof dr bambang setiaji
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:55 WIB
Potong Gaji Pejabat Publik: Belajar dari Muhammadiyah.
LANGIT7.ID-Minggu lalu kami menulis kenapa kelesuan ekonomi rakyat tidak terbaca? BPS mengeluarkan pertumbuhan 5.2 % dan DPR meningkatkan pendapatan melalui berbabagai tunjangan. Pajak pajak dari rakyat terutama PBB di berbagai daerah naik berlipat lipat dan sudah memicu kemarahan sebelumnya di Pati dan berbagai daerah.
Hari hari ini protes ke DPR sangat besar. Tewasnya pekerja ojol, alm.Affan menambah sakit rakyat yang sering nasibnya diabaikan dalam berhubungan dengan elite ekonomi, politik, dan aparat.
Kepolisian adalah salah satu lembaga yang sering berhadapan dengan rakyat di fihak elite ekonomi dan politik.
Untuk menghadapi kemarahan rakyat ini sebaiknya presiden mengumumkan keberfihakan dan empati kepada rakyat. Salah satunya dengan mengumumkan pemotongan gaji. Menjadi pejabat publik adalah masa pengabdian bukan masa mencari kekayaan.
Praktek Baik Pemotongan Gaji
Ada praktek baik para pelayan publik di negara ini, sebutkan Muhammadiyah yang disebut di berbagai media salah satu lembaga paling kaya. Seluruh pejabat Muhammadiyah tidak digaji.
Hari hari ini protes ke DPR sangat besar. Tewasnya pekerja ojol, alm.Affan menambah sakit rakyat yang sering nasibnya diabaikan dalam berhubungan dengan elite ekonomi, politik, dan aparat.
Kepolisian adalah salah satu lembaga yang sering berhadapan dengan rakyat di fihak elite ekonomi dan politik.
Untuk menghadapi kemarahan rakyat ini sebaiknya presiden mengumumkan keberfihakan dan empati kepada rakyat. Salah satunya dengan mengumumkan pemotongan gaji. Menjadi pejabat publik adalah masa pengabdian bukan masa mencari kekayaan.
Praktek Baik Pemotongan Gaji
Ada praktek baik para pelayan publik di negara ini, sebutkan Muhammadiyah yang disebut di berbagai media salah satu lembaga paling kaya. Seluruh pejabat Muhammadiyah tidak digaji.