Kementerian Kebudayaan Tegaskan Perlindungan Museum Bhagawanta Kediri Usai Rusak akibat Unjuk Rasa
Tim langit 7
Senin, 01 September 2025 - 15:28 WIB
Kementerian Kebudayaan Tegaskan Perlindungan Museum Bhagawanta Kediri Usai Rusak akibat Unjuk Rasa
LANGIT7.ID-Jakarta;Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat secara demokratis sebagai hak konstitusional yang melekat. Menyikapi perkembangan berbagai unjuk rasa terkini, Kementerian Kebudayaan menyesalkan perbuatan anarkis dan destruktif yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab khususnya terhadap bangunan cagar budaya dan museum.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Museum Bhagawanta Kediri yang terdampak aksi unjuk rasa pada Sabtu (30/8) malam. Sebagai salah satu situs penting pelestarian sejarah dan budaya di Kediri, keberadaan Museum Bhagawanta merupakan bagian dari upaya bangsa menjaga identitas, warisan, serta edukasi budaya bagi generasi mendatang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa museum bukan hanya ruang koleksi benda bersejarah, melainkan juga simbol memori kolektif masyarakat. Karena itu, segala bentuk gangguan dan vandalisme terhadap museum adalah kerugian besar bagi bangsa. “Kementerian Kebudayaan sangat menyesalkan insiden yang terjadi. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola museum untuk memastikan keamanan dan perlindungan koleksi. Langkah-langkah pemulihan segera dilakukan,” ujar Fadli Zon.
Dalam insiden tersebut terdapat sejumlah koleksi yang rusak dan hilang dari Museum Bhagawanta Kediri. Beberapa koleksi penting yang hilang antara lain Kepala Ganesha, Koleksi Wastra (kain batik), dan buku-buku lama; sementara itu koleksi miniatur lumbung mengalami kerusakan parah. Beberapa koleksi lain seperti arca Bodhisatwa, dan bata berinskripsi mantra-mantra yang telah berhasil diselamatkan oleh Juru Pelihara Kementerian Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan akan terus memantau perkembangan dan memastikan Museum Bhagawanta Kediri dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang pembelajaran, wisata budaya, dan pelestarian budaya.
“Saya menghimbau kepada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera bisa mengembalikan dan menyerahkan koleksi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau kepada pihak Museum Bhagawanta Kediri,” ungkap Fadli Zon.
Selain itu, kami juga menyesalkan sedalam-dalamnya atas pembakaran terhadap beberapa Gedung Cagar Budaya lainnya yang terdampak di antaranya:
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Museum Bhagawanta Kediri yang terdampak aksi unjuk rasa pada Sabtu (30/8) malam. Sebagai salah satu situs penting pelestarian sejarah dan budaya di Kediri, keberadaan Museum Bhagawanta merupakan bagian dari upaya bangsa menjaga identitas, warisan, serta edukasi budaya bagi generasi mendatang.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa museum bukan hanya ruang koleksi benda bersejarah, melainkan juga simbol memori kolektif masyarakat. Karena itu, segala bentuk gangguan dan vandalisme terhadap museum adalah kerugian besar bagi bangsa. “Kementerian Kebudayaan sangat menyesalkan insiden yang terjadi. Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola museum untuk memastikan keamanan dan perlindungan koleksi. Langkah-langkah pemulihan segera dilakukan,” ujar Fadli Zon.
Dalam insiden tersebut terdapat sejumlah koleksi yang rusak dan hilang dari Museum Bhagawanta Kediri. Beberapa koleksi penting yang hilang antara lain Kepala Ganesha, Koleksi Wastra (kain batik), dan buku-buku lama; sementara itu koleksi miniatur lumbung mengalami kerusakan parah. Beberapa koleksi lain seperti arca Bodhisatwa, dan bata berinskripsi mantra-mantra yang telah berhasil diselamatkan oleh Juru Pelihara Kementerian Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan akan terus memantau perkembangan dan memastikan Museum Bhagawanta Kediri dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang pembelajaran, wisata budaya, dan pelestarian budaya.
“Saya menghimbau kepada pihak yang telah mengambil beberapa koleksi penting tersebut untuk segera bisa mengembalikan dan menyerahkan koleksi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI atau kepada pihak Museum Bhagawanta Kediri,” ungkap Fadli Zon.
Selain itu, kami juga menyesalkan sedalam-dalamnya atas pembakaran terhadap beberapa Gedung Cagar Budaya lainnya yang terdampak di antaranya: