home masjid

Apakah Semua Ahl al-Kitab Sama? Tafsir Sebuah Pertanyaan Lama

Kamis, 04 September 2025 - 04:15 WIB
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Di banyak mimbar, istilah Ahl al-Kitabterdengar kerap. Ia merujuk pada kaum Yahudi dan Nasrani yang menerima kitab suci sebelum datangnya Islam. Namun, ketika Al-Qur’an memuat sederet kritik tajam kepada mereka, sebuah pertanyaan mengemuka: apakah semua Ahl al-Kitab memiliki sifat yang sama? Ataukah teks-teks keras itu hanya tertuju pada sebagian, bukan keseluruhan?

Pertanyaan ini bukan barang baru. Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an(Mizan) menyinggungnya dengan cara yang menarik: jangan buru-buru menggeneralisasi. “Banyak di antara kamu (hai Ahl al-Kitab),” begitu penggalan QS Al-Maidah [5]:59 yang menurut Quraish penting digarisbawahi. Kata “banyak” di situ bukan berarti “semua”.

Perhatikan QS Al-Baqarah [2]:109: “Banyak dari Ahl al-Kitab yang menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari dalam hati mereka setelah nyata bagi mereka kebenaran…

Di sini, kata yang dipakai adalah katsir (banyak), bukan kebanyakan seperti terjemahan Departemen Agama. Nuansa ini krusial: Al-Qur’an tidak menyapu semua Ahl al-Kitab dalam satu vonis. QS Ali ‘Imran [3]:69 bahkan menyebut segolongan yang ingin menyesatkan umat Islam, bukan seluruhnya.

Baca juga: Ketika Kitab Menjadi Batas: Menakar Kekufuran Ahli Kitab dalam Lensa Al-Qur’an

Tidak Sama: Ada yang Lurus, Ada yang Menyimpang

Al-Qur’an mengafirmasi perbedaan internal mereka: “Mereka itu tidak sama. Di antara Ahl al-Kitab ada golongan yang berlaku lurus. Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud.” (QS Ali ‘Imran [3]:113).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya