Peduli Kondisi Bangsa, Diaspora Indonesia di Sejumlah Negara Gelar Demo dan Kawal Tuntutan 17+8
Lusi mahgriefie
Senin, 08 September 2025 - 08:07 WIB
Sumber: @denmark.bergerak
Diaspora Indonesia yang tersebar di sejumlah negara di dunia menunjukkan rasa peduli dan prihatin mereka terhadap kondisi yang tengah terjadi di Tanah Air. Tercatat hingga kini ada 39 kelompok diaspora dari berbagai wilayah di beberapa negara di dunia, yang tergabung dalam Komite Internasional Indonesia Bergerak.
Salah satunya ada di Malaysia, yaitu Gerakan Malaysia Bergerak. Mereka mengecam keras tindakan apparat yang tidak proporsional dan menuntut pengusutan tuntas, transparan, dan akuntabel terhadap seluruh pihak yang terlibat atas tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis (rantis). Belum gelombang demonstrasi yang juga menelan korban lainnya di berbagai daerah.
Baca juga: Aksi Demo Pelajar & Diaspora di Berlin, Melbourne Hingga New York Kobarkan Semangat Nasionalisme
"Tragedi ini bukan berdiri sendiri. Gelombang demosntrasi dan jatuhnya korban lainnya di berbagai daerah menunjukkan bahwa rakyat sudah jengah dan muak terhadap kesewenangan dan Tindakan minim empati yang dilakukan oleh semua cabang kekuasaan, terutama eksekutif dan legislatif," tulis akun Instagram @malaysia.bergerak bersama @perth.bergerak dan @melbournebergerak, dikutip Senin (8/9/2025).
(sumber: @perth.bergerak)
Gerakan ini juga menyatakan dukungannya serta akan mengawal penuh terhadap Tuntutan Rakyat 17+8, yaitu 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, yang telah disuarakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
"Kami percaya bahwa 'Bergerak' dengan solidaritas lintas batas adalah kekuatan kita. Ketika suara rakyat dibungkan, maka suara rakyat termasuk kami para diaspora akan ikut bersuara. Ketika keadilan diinjak, maka demonstraso harus dibela. Hidup rakyat! Hidup keadilan! Hidup demokrasi Indonesia!," tulis akun tersebut.
Salah satunya ada di Malaysia, yaitu Gerakan Malaysia Bergerak. Mereka mengecam keras tindakan apparat yang tidak proporsional dan menuntut pengusutan tuntas, transparan, dan akuntabel terhadap seluruh pihak yang terlibat atas tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis (rantis). Belum gelombang demonstrasi yang juga menelan korban lainnya di berbagai daerah.
Baca juga: Aksi Demo Pelajar & Diaspora di Berlin, Melbourne Hingga New York Kobarkan Semangat Nasionalisme
"Tragedi ini bukan berdiri sendiri. Gelombang demosntrasi dan jatuhnya korban lainnya di berbagai daerah menunjukkan bahwa rakyat sudah jengah dan muak terhadap kesewenangan dan Tindakan minim empati yang dilakukan oleh semua cabang kekuasaan, terutama eksekutif dan legislatif," tulis akun Instagram @malaysia.bergerak bersama @perth.bergerak dan @melbournebergerak, dikutip Senin (8/9/2025).
(sumber: @perth.bergerak)
Gerakan ini juga menyatakan dukungannya serta akan mengawal penuh terhadap Tuntutan Rakyat 17+8, yaitu 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, yang telah disuarakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
"Kami percaya bahwa 'Bergerak' dengan solidaritas lintas batas adalah kekuatan kita. Ketika suara rakyat dibungkan, maka suara rakyat termasuk kami para diaspora akan ikut bersuara. Ketika keadilan diinjak, maka demonstraso harus dibela. Hidup rakyat! Hidup keadilan! Hidup demokrasi Indonesia!," tulis akun tersebut.