Temuan PBB, Banyak Orang di Korea Utara Dieksekusi karena Menonton Film dan Acara TV Asing
Lusi mahgriefie
Sabtu, 13 September 2025 - 06:03 WIB
Kim Jong Un
Pemerintah Korea Utara semakin gencar menerapkan hukuman mati, termasuk bagi orang-orang yang tertangkap menonton dan membagikan film dan drama TV asing, demikian temuan sebuah laporan penting PBB.
Kediktatoran tersebut, yang sebagian besar masih terputus dari dunia, juga menjadikan rakyatnya sasaran kerja paksa yang lebih besar sembari semakin membatasi kebebasan mereka, tambah laporan tersebut.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB menemukan bahwa selama dekade terakhir, negara Korea Utara telah memperketat kendali atas "semua aspek kehidupan warga negara".
"Tidak ada populasi lain yang berada di bawah pembatasan seperti itu di dunia saat ini," simpul laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa pengawasan telah menjadi "lebih meluas, sebagian dibantu oleh kemajuan teknologi," dikutip dari bbc.com, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga:Intelijen: Dianggap Propaganda, Video Viral Kim Jong Un Dilarang di Korsel
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan bahwa jika situasi ini berlanjut, warga Korea Utara akan mengalami lebih banyak penderitaan, penindasan brutal, dan ketakutan yang telah mereka alami begitu lama.
Laporan tersebut, didasarkan pada lebih dari 300 orang yang diwawancara. Mereka berhasil melarikan diri dari Korea Utara dalam 10 tahun terakhir, lantaran menemukan bahwa hukuman mati semakin sering digunakan.
Kediktatoran tersebut, yang sebagian besar masih terputus dari dunia, juga menjadikan rakyatnya sasaran kerja paksa yang lebih besar sembari semakin membatasi kebebasan mereka, tambah laporan tersebut.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB menemukan bahwa selama dekade terakhir, negara Korea Utara telah memperketat kendali atas "semua aspek kehidupan warga negara".
"Tidak ada populasi lain yang berada di bawah pembatasan seperti itu di dunia saat ini," simpul laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa pengawasan telah menjadi "lebih meluas, sebagian dibantu oleh kemajuan teknologi," dikutip dari bbc.com, Sabtu (13/9/2025).
Baca juga:Intelijen: Dianggap Propaganda, Video Viral Kim Jong Un Dilarang di Korsel
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengatakan bahwa jika situasi ini berlanjut, warga Korea Utara akan mengalami lebih banyak penderitaan, penindasan brutal, dan ketakutan yang telah mereka alami begitu lama.
Laporan tersebut, didasarkan pada lebih dari 300 orang yang diwawancara. Mereka berhasil melarikan diri dari Korea Utara dalam 10 tahun terakhir, lantaran menemukan bahwa hukuman mati semakin sering digunakan.