Resmi Beroperasi, Bank Syariah Matahari Jadi Tonggak Baru Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah
Tim langit 7
Senin, 15 September 2025 - 10:42 WIB
Resmi Beroperasi, Bank Syariah Matahari Jadi Tonggak Baru Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah
LANGIT7.ID–Jakarta;Bank Syariah Matahari (BSM) akhirnya resmi beroperasi setelah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Juni 2025 dengan surat keputusan No. KEP-39/D.03/2025. Momentum penting ini ditandai dengan peresmian pada Kamis, 11 September 2025, di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, Jakarta Timur. Kehadiran BSM langsung mendapat apresiasi dari regulator sebagai langkah besar Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.
Transformasi ini merupakan hasil konversi dari BPR Matahari Artadaya milik Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) yang beralih menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Langkah tersebut menandai keseriusan Muhammadiyah dalam menghadirkan lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa nilai etika dan keadilan.
Dalam acara peluncuran resmi, jajaran pimpinan Muhammadiyah, pengurus BSM, akademisi, dan perwakilan OJK hadir untuk menyaksikan kelahiran bank syariah baru ini. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menegaskan bahwa kehadiran BSM diharapkan dapat menjadi instrumen kemandirian umat sekaligus sarana dakwah melalui sektor keuangan. “Bank ini tidak hanya melayani simpan-pinjam dan pembiayaan, tetapi juga menjadi model etika dan keadilan dalam transaksi keuangan,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Senin (15/9/2025).
PP Muhammadiyah juga mengeluarkan surat edaran nomor 124/HIM/I.0/C/2025 yang berisi imbauan agar seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi otonom memanfaatkan layanan BSM, mulai dari tabungan, deposito, hingga transaksi kelembagaan lainnya. Regulasi internal ini dipandang penting untuk memastikan dana umat kembali berputar di lingkungan persyarikatan dan memperkuat stabilitas BSM.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan dukungan penuh sekaligus menekankan pentingnya kepengurusan yang profesional, Dewan Pengawas Syariah yang kompeten, serta kesiapan teknologi digital. OJK menilai kehadiran BSM merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan nasional melalui penguatan peran BPRS, khususnya dalam mendorong pembiayaan UMKM.
Meski begitu, BSM masih menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan modal tambahan, peningkatan kapasitas SDM, serta pembangunan infrastruktur teknologi informasi. Meskipun ada dorongan untuk segera membentuk Bank Umum Syariah Muhammadiyah, PP Muhammadiyah menegaskan fokus saat ini adalah memperkuat fondasi BPRS, mengonsolidasikan jaringan antar-BPRS, serta memperluas jangkauan layanan.
Dengan lahirnya BSM, Muhammadiyah menghadirkan simbol kemandirian ekonomi umat. Dana yang beredar di bank ini diharapkan dapat kembali mendukung sekolah, rumah sakit, universitas, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya. Melalui sistem digital yang semakin modern, BSM diproyeksikan mampu menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memberikan kemudahan pembiayaan syariah yang transparan bagi UMKM.
Transformasi ini merupakan hasil konversi dari BPR Matahari Artadaya milik Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) yang beralih menjadi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Langkah tersebut menandai keseriusan Muhammadiyah dalam menghadirkan lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa nilai etika dan keadilan.
Dalam acara peluncuran resmi, jajaran pimpinan Muhammadiyah, pengurus BSM, akademisi, dan perwakilan OJK hadir untuk menyaksikan kelahiran bank syariah baru ini. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menegaskan bahwa kehadiran BSM diharapkan dapat menjadi instrumen kemandirian umat sekaligus sarana dakwah melalui sektor keuangan. “Bank ini tidak hanya melayani simpan-pinjam dan pembiayaan, tetapi juga menjadi model etika dan keadilan dalam transaksi keuangan,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Senin (15/9/2025).
PP Muhammadiyah juga mengeluarkan surat edaran nomor 124/HIM/I.0/C/2025 yang berisi imbauan agar seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi otonom memanfaatkan layanan BSM, mulai dari tabungan, deposito, hingga transaksi kelembagaan lainnya. Regulasi internal ini dipandang penting untuk memastikan dana umat kembali berputar di lingkungan persyarikatan dan memperkuat stabilitas BSM.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan dukungan penuh sekaligus menekankan pentingnya kepengurusan yang profesional, Dewan Pengawas Syariah yang kompeten, serta kesiapan teknologi digital. OJK menilai kehadiran BSM merupakan bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan nasional melalui penguatan peran BPRS, khususnya dalam mendorong pembiayaan UMKM.
Meski begitu, BSM masih menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan modal tambahan, peningkatan kapasitas SDM, serta pembangunan infrastruktur teknologi informasi. Meskipun ada dorongan untuk segera membentuk Bank Umum Syariah Muhammadiyah, PP Muhammadiyah menegaskan fokus saat ini adalah memperkuat fondasi BPRS, mengonsolidasikan jaringan antar-BPRS, serta memperluas jangkauan layanan.
Dengan lahirnya BSM, Muhammadiyah menghadirkan simbol kemandirian ekonomi umat. Dana yang beredar di bank ini diharapkan dapat kembali mendukung sekolah, rumah sakit, universitas, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya. Melalui sistem digital yang semakin modern, BSM diproyeksikan mampu menjangkau masyarakat yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memberikan kemudahan pembiayaan syariah yang transparan bagi UMKM.