Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Gelar Maulid Nabi, Tekankan Persatuan dan Karakter Bangsa
Tim langit 7
Selasa, 16 September 2025 - 21:22 WIB
Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Gelar Maulid Nabi, Tekankan Persatuan dan Karakter Bangsa
LANGIT7.ID-Jakarta;Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitut Thalibin, Senayan. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa bagi Kementerian Kebudayaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W ini bukan hanya sekadar kebiasaan keagamaan, melainkan juga sebuah warisan budaya bangsa yang ekspresinya sangat banyak dan kaya dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kultural yang menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ust. Yusuf Maulana dari P.P. Muhammadiyah, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Teladan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Pendidikan Bermutu Untuk Semua" dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ketiga menteri, yakni Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti; dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani.
Menteri Kebudayaan dalam sambutannya mengingatkan kepada para hadirin bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara yang sangat damai, dengan dialog budaya, dengan komunikasi budaya yang sangat kuat, bahkan berinteraksi dengan tradisi dan budaya lokal. Menurutnya tidak ada penghancuran terhadap tradisi dan budaya dari sisi formal atau formalisme.
"Para da'i, para pendakwah di awal-awal masuknya Islam ke Indonesia, menggunakan simbol-simbol budaya yang mudah diterima, termasuk dengan wayang, dengan gamelan, dengan keris, dan dengan berbagai macam ekspresi budaya yang ada. Sehingga Islam di Indonesia ini sangatlah unik karena merangkul tradisi. Jadi, formalismenya dipertahankan, dengan esensialismenya terutama tauhidnya yang diisi," terang Menteri Fadli dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).
Selanjutnya Menbud turut menyampaikan jika pada temuan-temuan terbaru, misalnya di Desa Jajagao, Kecamatan Paderi, Kapuas Hulu Tengah, membuktikan bahwa Islam masuk ke Indonesia ini pada abad ke-7 Masehi. Menbud mengutarakan ini sesuai dengan diskusi para ulama dari kalangan Muhammadiyah pada tahun 1963, termasuk yang berpendapat bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia sejak abad ke-7 atau abad pertama Nusantara.
Sedangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pada kesempatan selanjutnya melihat peringatan ini dari sudut pandang pendidikan, dalam rangka penguatan pendidikan karakter. Menurutnya salah satu kegiatan yang dianjurkan untuk diselenggarakan di sekolah adalah peringatan hari besar agama-agama yang ada di Indonesia.
"Kalau umat Islam tentu PHBI, Peringatan Hari Besar Islam. Sebagai bagian dari selain untuk penguatan pendidikan karakter, juga untuk melatih kepemimpinan para pelajar, sekaligus menjadi bagian dari kita melakukan berbagai kegiatan untuk mendinamisasi kegiatan-kegiatan yang positif di sekolah," jelasnya.
Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ust. Yusuf Maulana dari P.P. Muhammadiyah, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema "Teladan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Karakter Bangsa Menuju Pendidikan Bermutu Untuk Semua" dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ketiga menteri, yakni Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti; dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani.
Menteri Kebudayaan dalam sambutannya mengingatkan kepada para hadirin bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara yang sangat damai, dengan dialog budaya, dengan komunikasi budaya yang sangat kuat, bahkan berinteraksi dengan tradisi dan budaya lokal. Menurutnya tidak ada penghancuran terhadap tradisi dan budaya dari sisi formal atau formalisme.
"Para da'i, para pendakwah di awal-awal masuknya Islam ke Indonesia, menggunakan simbol-simbol budaya yang mudah diterima, termasuk dengan wayang, dengan gamelan, dengan keris, dan dengan berbagai macam ekspresi budaya yang ada. Sehingga Islam di Indonesia ini sangatlah unik karena merangkul tradisi. Jadi, formalismenya dipertahankan, dengan esensialismenya terutama tauhidnya yang diisi," terang Menteri Fadli dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).
Selanjutnya Menbud turut menyampaikan jika pada temuan-temuan terbaru, misalnya di Desa Jajagao, Kecamatan Paderi, Kapuas Hulu Tengah, membuktikan bahwa Islam masuk ke Indonesia ini pada abad ke-7 Masehi. Menbud mengutarakan ini sesuai dengan diskusi para ulama dari kalangan Muhammadiyah pada tahun 1963, termasuk yang berpendapat bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia sejak abad ke-7 atau abad pertama Nusantara.
Sedangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pada kesempatan selanjutnya melihat peringatan ini dari sudut pandang pendidikan, dalam rangka penguatan pendidikan karakter. Menurutnya salah satu kegiatan yang dianjurkan untuk diselenggarakan di sekolah adalah peringatan hari besar agama-agama yang ada di Indonesia.
"Kalau umat Islam tentu PHBI, Peringatan Hari Besar Islam. Sebagai bagian dari selain untuk penguatan pendidikan karakter, juga untuk melatih kepemimpinan para pelajar, sekaligus menjadi bagian dari kita melakukan berbagai kegiatan untuk mendinamisasi kegiatan-kegiatan yang positif di sekolah," jelasnya.