Anwar Abbas: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai Bila Didukung Bersama Sama
Tim langit 7
Jum'at, 19 September 2025 - 08:36 WIB
Anwar Abbas: Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai Bila Didukung Bersama Sama
LANGIT7.ID-Astana; Pengamat sosial ekonomi Dr KH Anwar Abbas mengaku cukup mengejutkan dengan pernyataan Dian Ediana Rae Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan yang mengatakan jumlah fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed) oleh nasabah dari dunia perbankan mencapai Rp. 2.304 triliun dan biasanya realisasinya menjelang akhir tahun.
Menurut Abbas, bila angka sebesar ini bisa direalisasikan tentu akan sangat besar artinya terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. "Paling tidak peluang lapangan kerja akan meningkat dengan tajam sehingga pengangguran akan bisa berkurang secara signifikan dan pendapatan serta daya beli masyarakat secara aggregat tentu akan meningkat juga," ujar Abbas dalam pernyataannya kepada langit7.id jumat(19/9/2025).
Dengan adanya terbukanya lapangan, pendapatan serta daya beli meningkat, kata Abbas yang saat ini berada
di Astana Peace Declaration 2025, Serukan Perdamaian Dunia, akan berdampak terhadap keadaan membaiknya ekonomi nasional. "Jadi awal 2026, ada harapan besar ekonomi bisa meningkat signifikan," ujarnya.
Menurut Abbas, saat ini yang perlu dilakukan adalah: pertama, membuat nasabah dan pihak perbankan sama-sama berani untuk merealisasikan rencana usaha yang sudah mereka buat tersebut.
Kedua, pihak pemerintah dan masyarakat juga harus bisa membantu dunia usaha agar mereka yakin usaha mereka akan berhasil. Untuk itu perlu ada dialog antara dunia usaha, perbankan, pemerintah dan masyarakat bagi mengkaji semua hal yang terkait dengan masalah investasi dan perekonomian nasional.
Tujuanya, agar kita sebagai bangsa secara bersama-sama dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang sudah ditargetkan Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. " Jika pertumbuhan ekonomi kita hanya stagnan di angka 5 persen maka akan sangat sulit bagi kita sebagai bangsa untuk membuat negeri ini menjadi negara maju sesuai dengan yang kita harapkan dan cita-citakan," tegas Ketua PP Muhammadiyah ini.(*)
Menurut Abbas, bila angka sebesar ini bisa direalisasikan tentu akan sangat besar artinya terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. "Paling tidak peluang lapangan kerja akan meningkat dengan tajam sehingga pengangguran akan bisa berkurang secara signifikan dan pendapatan serta daya beli masyarakat secara aggregat tentu akan meningkat juga," ujar Abbas dalam pernyataannya kepada langit7.id jumat(19/9/2025).
Dengan adanya terbukanya lapangan, pendapatan serta daya beli meningkat, kata Abbas yang saat ini berada
di Astana Peace Declaration 2025, Serukan Perdamaian Dunia, akan berdampak terhadap keadaan membaiknya ekonomi nasional. "Jadi awal 2026, ada harapan besar ekonomi bisa meningkat signifikan," ujarnya.
Menurut Abbas, saat ini yang perlu dilakukan adalah: pertama, membuat nasabah dan pihak perbankan sama-sama berani untuk merealisasikan rencana usaha yang sudah mereka buat tersebut.
Kedua, pihak pemerintah dan masyarakat juga harus bisa membantu dunia usaha agar mereka yakin usaha mereka akan berhasil. Untuk itu perlu ada dialog antara dunia usaha, perbankan, pemerintah dan masyarakat bagi mengkaji semua hal yang terkait dengan masalah investasi dan perekonomian nasional.
Tujuanya, agar kita sebagai bangsa secara bersama-sama dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang sudah ditargetkan Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. " Jika pertumbuhan ekonomi kita hanya stagnan di angka 5 persen maka akan sangat sulit bagi kita sebagai bangsa untuk membuat negeri ini menjadi negara maju sesuai dengan yang kita harapkan dan cita-citakan," tegas Ketua PP Muhammadiyah ini.(*)
(lam)