Peringatan Satu Dasawarsa Hari Santri Nasional Jadi Bukti Negara Akui Peran Besar Pesantren
Lusi mahgriefie
Sabtu, 20 September 2025 - 08:05 WIB
Foto: kemenag.go.id
Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, dan di tahun ini menginjak usia sepuluh tahun atau satu dasawarsa sejak ditetapkan pemerintah sebagai agenda nasional. Hal ini menunjukkan bahwa negara mengakui peran besar pesantren dalam membangun bangsa.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno dalam konferensi pers Road to Hari Santri 2025 di Jakarta, dikutip Sabtu (20/9/2025).
"Sepuluh tahun Hari Santri adalah bukti bahwa negara hadir mengakui jasa pesantren. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, pesantren tetap menjadi benteng moral, intelektual, dan spiritual bangsa," ujar Suyitno.
Amien menekankan, Hari Santri bukanlah seremoni tahunan semata. Dalam satu dasawarsa terakhir, peringatannya selalu dikaitkan dengan agenda strategis nasional. "Hari Santri adalah bagian penting dalam mendukung agenda besar bangsa," tegasnya.
Baca juga:Pesantren Jadi Garda Depan Literasi Halal, BPJPH Tekankan Peran Santri dalam UU JPH
Rangkaian Hari Santri 2025 akan diawali dengan Ithlaq berupa halaqah (seminar) yang juga mendukung program prioritas Presiden, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesantren diharapkan terus memperluas kontribusinya, bukan hanya di bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi, teknologi, dan kebudayaan.
Sebagai refleksi satu dasawarsa, Hari Santri 2025 dikemas dalam Astahasa, delapan agenda besar yang merangkum nilai perjuangan santri untuk bangsa. Puncaknya akan digelar malam peringatan Hari Santri, yang direncanakan dihadiri langsung Presiden RI.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno dalam konferensi pers Road to Hari Santri 2025 di Jakarta, dikutip Sabtu (20/9/2025).
"Sepuluh tahun Hari Santri adalah bukti bahwa negara hadir mengakui jasa pesantren. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, pesantren tetap menjadi benteng moral, intelektual, dan spiritual bangsa," ujar Suyitno.
Amien menekankan, Hari Santri bukanlah seremoni tahunan semata. Dalam satu dasawarsa terakhir, peringatannya selalu dikaitkan dengan agenda strategis nasional. "Hari Santri adalah bagian penting dalam mendukung agenda besar bangsa," tegasnya.
Baca juga:Pesantren Jadi Garda Depan Literasi Halal, BPJPH Tekankan Peran Santri dalam UU JPH
Rangkaian Hari Santri 2025 akan diawali dengan Ithlaq berupa halaqah (seminar) yang juga mendukung program prioritas Presiden, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesantren diharapkan terus memperluas kontribusinya, bukan hanya di bidang pendidikan agama, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi, teknologi, dan kebudayaan.
Sebagai refleksi satu dasawarsa, Hari Santri 2025 dikemas dalam Astahasa, delapan agenda besar yang merangkum nilai perjuangan santri untuk bangsa. Puncaknya akan digelar malam peringatan Hari Santri, yang direncanakan dihadiri langsung Presiden RI.