Prancis dan Sejumlah Negara Siap Akui Palestina saat Sidang Umum PBB Dimulai
Tim langit 7
Senin, 22 September 2025 - 18:32 WIB
Prancis dan Sejumlah Negara Siap Akui Palestina saat Sidang Umum PBB Dimulai
LANGIT7.ID-Jakarta;Prancis dan beberapa negara lain bersiap mengakui negara Palestina ketika pekan diplomasi utama PBB dimulai Senin ini. Langkah itu datang setelah sejumlah negara Barat baru saja memberikan pengakuan simbolis terhadap Palestina, yang langsung memicu kemarahan Israel.
Sehari sebelumnya, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal resmi mengakui Palestina. Tekanan pun semakin besar terhadap Israel yang masih melanjutkan perang di Gaza, menewaskan puluhan ribu orang, menghancurkan wilayah, dan menuai kritik keras bahkan dari sekutu dekatnya.
Presiden Emmanuel Macron memberi sinyal bahwa Prancis akan ikut menyusul pada Senin. Ia juga dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, untuk membahas solusi dua negara: Palestina dan Israel hidup berdampingan.
Baca juga: Arab Saudi dan Prancis Satukan Dunia Dukung Negara Palestina, Israel-AS Kian Terpojok
“Mereka menginginkan bangsa, mereka menginginkan negara, dan kita seharusnya tidak mendorong mereka ke arah Hamas,” kata Macron dalam wawancara dengan CBS News, Minggu. Menurutnya, langkah pengakuan bisa membantu mengisolasi kelompok bersenjata itu. Ia juga menambahkan, pembukaan kedutaan Palestina akan disyaratkan pada pembebasan sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Oktober 2023.
Israel lewat Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pengakuan ini “tidak membawa perdamaian, justru makin merusak stabilitas kawasan dan mengurangi peluang solusi damai di masa depan.”
Lebih dari 140 pemimpin dunia akan hadir di New York untuk Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, dengan isu masa depan Palestina jadi sorotan utama. Namun, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dipastikan absen setelah Washington menolak memberikan visa bagi dirinya dan para pejabatnya. Meski begitu, Majelis Umum tetap memberikan izin khusus bagi Abbas untuk berpidato lewat video, dengan suara 145 setuju dan hanya lima menolak.
Sehari sebelumnya, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal resmi mengakui Palestina. Tekanan pun semakin besar terhadap Israel yang masih melanjutkan perang di Gaza, menewaskan puluhan ribu orang, menghancurkan wilayah, dan menuai kritik keras bahkan dari sekutu dekatnya.
Presiden Emmanuel Macron memberi sinyal bahwa Prancis akan ikut menyusul pada Senin. Ia juga dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, untuk membahas solusi dua negara: Palestina dan Israel hidup berdampingan.
Baca juga: Arab Saudi dan Prancis Satukan Dunia Dukung Negara Palestina, Israel-AS Kian Terpojok
“Mereka menginginkan bangsa, mereka menginginkan negara, dan kita seharusnya tidak mendorong mereka ke arah Hamas,” kata Macron dalam wawancara dengan CBS News, Minggu. Menurutnya, langkah pengakuan bisa membantu mengisolasi kelompok bersenjata itu. Ia juga menambahkan, pembukaan kedutaan Palestina akan disyaratkan pada pembebasan sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Oktober 2023.
Israel lewat Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pengakuan ini “tidak membawa perdamaian, justru makin merusak stabilitas kawasan dan mengurangi peluang solusi damai di masa depan.”
Lebih dari 140 pemimpin dunia akan hadir di New York untuk Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, dengan isu masa depan Palestina jadi sorotan utama. Namun, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dipastikan absen setelah Washington menolak memberikan visa bagi dirinya dan para pejabatnya. Meski begitu, Majelis Umum tetap memberikan izin khusus bagi Abbas untuk berpidato lewat video, dengan suara 145 setuju dan hanya lima menolak.