Klaim Trump Terkait Tylenol Telah Menyakiti Penyandang Autisme juga Keluarga
Lusi mahgriefie
Rabu, 24 September 2025 - 07:05 WIB
sumber: kenvue
Klaim tanpa bukti yang dilayangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang Tylenol, obat pereda nyeri atauparasetamol, ada hubungannya dengan autism mengundang kontroversi besar. Bahkan hal ini telah menyakiti perasaan para penyandang autisme beserta keluarga mereka.
National Autistic Society, sebuah kelompok di Inggris yang mewakili penyandang autisme dan keluarga mereka, menyebut klaim Trump tentang Tylenol dan autisme "tidak bertanggung jawab", dan mengatakan ia telah merendahkan derajat penyandang autisme.
"Informasi yang salah terus-menerus tentang autisme dari Presiden Trump dan Robert F. Kennedy Jr. berisiko merusak penelitian yang telah dilakukan selama puluhan tahun oleh para ahli yang dihormati di bidangnya," kata kelompok tersebut, dikutip Rabu (24/9/2025).
Baca juga:Tanpa Bukti, Donald Trump Klaim Tylenol Obat Pereda Nyeri Ada Hubungannya dengan Autisme
Haley Drenon (29), wanita asal Austin, Texas, yang sedang hamil pertama kali, mengatakan pengumuman itu membuatnya gugup, karena ia harus mengonsumsi Tylenol selama trimester pertama untuk mengatasi sakit kepala.
"Pengumuman ini, jika dibuat tanpa konteks yang tepat, akan mengkhawatirkan banyak orang lain juga. Rasanya tidak perlu hanya karena berita utama menunjukkan bahwa data tersebut tidak dapat disangkal," ujar Drenon.
Diagnosis autisme telah meningkat tajam sejak tahun 2000, dan pada tahun 2020, angkanya di antara anak usia 8 tahun mencapai 2,77%, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
National Autistic Society, sebuah kelompok di Inggris yang mewakili penyandang autisme dan keluarga mereka, menyebut klaim Trump tentang Tylenol dan autisme "tidak bertanggung jawab", dan mengatakan ia telah merendahkan derajat penyandang autisme.
"Informasi yang salah terus-menerus tentang autisme dari Presiden Trump dan Robert F. Kennedy Jr. berisiko merusak penelitian yang telah dilakukan selama puluhan tahun oleh para ahli yang dihormati di bidangnya," kata kelompok tersebut, dikutip Rabu (24/9/2025).
Baca juga:Tanpa Bukti, Donald Trump Klaim Tylenol Obat Pereda Nyeri Ada Hubungannya dengan Autisme
Haley Drenon (29), wanita asal Austin, Texas, yang sedang hamil pertama kali, mengatakan pengumuman itu membuatnya gugup, karena ia harus mengonsumsi Tylenol selama trimester pertama untuk mengatasi sakit kepala.
"Pengumuman ini, jika dibuat tanpa konteks yang tepat, akan mengkhawatirkan banyak orang lain juga. Rasanya tidak perlu hanya karena berita utama menunjukkan bahwa data tersebut tidak dapat disangkal," ujar Drenon.
Diagnosis autisme telah meningkat tajam sejak tahun 2000, dan pada tahun 2020, angkanya di antara anak usia 8 tahun mencapai 2,77%, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).