home masjid

Jalaluddin al-Suyuti: Ensiklopedia yang Hidup, Menulis Lebih dari 500 Karya

Rabu, 24 September 2025 - 16:15 WIB
Al-Suyuti wafat pada 1505 M. Di atas nisannya, orang menulis: Di sini beristirahat ensiklopedia yang hidup. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kairo, akhir abad ke-9 H/15 M. Kota itu menjadi jantung dunia Islam: madrasah, masjid, dan pasar berbaur dalam hiruk pikuk peradaban. Di tengah riuh itu, Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar al-Suyuti (1445–1505 M) tumbuh.

Sejak muda ia dikenal rakus membaca. Kecerdasannya membuatnya cepat menyalip teman sebaya. Menurut sejarawan Carl Brockelmann dalam Geschichte der Arabischen Litteratur (1937), al-Suyuti menulis lebih dari 500 karya, meski sebagian dianggap ringkasan atau catatan ulang.

“Produktivitasnya luar biasa. Hampir setiap cabang ilmu disentuhnya,” tulis J. Pedersen dalam Encyclopaedia of Islam (edisi kedua, 1960).

Karya monumentalnya di bidang tafsir adalah al-Durr al-Mantsur, tafsir bi al-ma’tsur yang merangkum ribuan riwayat. Dalam hadis, ia menulis al-Jami’ al-Saghir dan al-Jami’ al-Kabir yang menjadi rujukan ulama lintas mazhab.

Namun Suyuti tak berhenti pada ilmu agama. Ia menulis al-Rahma fi al-Tibb wa al-Hikma tentang kedokteran, juga karya linguistik al-Itqan fi Ulum al-Qur’an yang sampai kini jadi rujukan utama studi ilmu Al-Qur’an.

“Dia seperti Google di zamannya: serba ada, serba cepat, meski kadang memicu perdebatan soal akurasi,” kata Ahmad al-Khalili, peneliti sejarah Islam Mesir, dalam jurnal Studia Islamica (2015).

Baca juga: Omar Khayyam: Penyair, Ilmuwan, dan Sufi yang Kerap Disalahpahami
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya