Sempat Jatuh dan Bermasalah Dengan Pergelangan Kaki, Carlos Alcaraz Kalahkan Baez di Debut Japan Open
Sururi al faruq
Kamis, 25 September 2025 - 19:46 WIB
Sempat Jatuh dan Bermasalah Dengan Pergelangan Kaki, Carlos Alcaraz Kalahkan Baez di Debut Japan Open
LANGIT7.ID-Tokyo; Carlos Alcaraz bangkit dari jatuh dan ketidaknyamanan pada pergelangan kaki untuk kembali meraih kemenangan di ATP Tour. Ia mengalahkan petenis Argentina, Sebastián Báez, dengan skor 6-4, 6-2 dalam debutnya di Japan Open. Petenis Spanyol itu sempat mengalami kejadian mencemaskan di awal set pertama—setelah hanya empat game dimainkan—namun berhasil pulih dan meraih kemenangan.
Ekspresi cemas terlihat di banyak wajah penonton di Tokyo ketika Alcaraz terjatuh tepat di awal game kelima (skor sementara 2-2). Petenis Spanyol itu sempat terlihat di ambang berhenti setelah memuntir pergelangannya dan harus meminta waktu jeda medis. Setelah dibalut oleh dokter, ia berhasil kembali ke lapangan dan menampilkan permainan solid dalam turnamen pertamanya di Asia musim ini.
Alcaraz tiba di Tokyo hanya beberapa hari setelah penampilannya di San Francisco, di mana ia menjadi pemimpin Team Europe di Laver Cup. Kemenangan, bagaimanapun, diraih oleh Team World, ditandai dengan kemenangan Taylor Fritz atas Alcaraz di hari kedua. Meski demikian, bintang berusia 22 tahun itu berusaha melupakan kekalahan mengecewakan tim Eropa dan sudah mulai membangun momentum di seri turnamen Asia.
Baca juga: Taylor Fritz Tumbangkan Diallo di Babak Pertama Japan Open, Alcaraz Jatuh dan Dapat Perawatan
Alcaraz Mengatasi Cedera Pergelangan Kaki di Set Pertama
Awal permainan Alcaraz sangat bertenaga: juara enam kali Grand Slam langsung memecah servis Báez (peringkat 41 dunia) dan unggul cepat 2-0. Namun momentum itu hilang dengan sama cepatnya. Petenis Argentina langsung membalas memecah servis, menyamakan kedudukan. Pada poin berikutnya di skor 2-2, Alcaraz tiba-tiba terjatuh, membutuhkan jeda medis selama beberapa menit untuk membalut pergelangan kakinya dengan ketat sebelum dapat melanjutkan pertandingan.
Peringkat satu dunia itu kembali ke lapangan setelah cedera dan mulai menemukan ritme lagi. Petenis Spanyol itu berhasil memenangkan beberapa poin di game berikutnya sambil menunjukkan tanda-tanda bahwa cederanya tidak serius. Alcaraz tidak goyah pada servis pertamanya—mempertahankan konsistensi 80% dengan efektivitas 67%—meski tidak memenangkan satu pun poin dari servis keduanya.
Ekspresi cemas terlihat di banyak wajah penonton di Tokyo ketika Alcaraz terjatuh tepat di awal game kelima (skor sementara 2-2). Petenis Spanyol itu sempat terlihat di ambang berhenti setelah memuntir pergelangannya dan harus meminta waktu jeda medis. Setelah dibalut oleh dokter, ia berhasil kembali ke lapangan dan menampilkan permainan solid dalam turnamen pertamanya di Asia musim ini.
Alcaraz tiba di Tokyo hanya beberapa hari setelah penampilannya di San Francisco, di mana ia menjadi pemimpin Team Europe di Laver Cup. Kemenangan, bagaimanapun, diraih oleh Team World, ditandai dengan kemenangan Taylor Fritz atas Alcaraz di hari kedua. Meski demikian, bintang berusia 22 tahun itu berusaha melupakan kekalahan mengecewakan tim Eropa dan sudah mulai membangun momentum di seri turnamen Asia.
Baca juga: Taylor Fritz Tumbangkan Diallo di Babak Pertama Japan Open, Alcaraz Jatuh dan Dapat Perawatan
Alcaraz Mengatasi Cedera Pergelangan Kaki di Set Pertama
Awal permainan Alcaraz sangat bertenaga: juara enam kali Grand Slam langsung memecah servis Báez (peringkat 41 dunia) dan unggul cepat 2-0. Namun momentum itu hilang dengan sama cepatnya. Petenis Argentina langsung membalas memecah servis, menyamakan kedudukan. Pada poin berikutnya di skor 2-2, Alcaraz tiba-tiba terjatuh, membutuhkan jeda medis selama beberapa menit untuk membalut pergelangan kakinya dengan ketat sebelum dapat melanjutkan pertandingan.
Peringkat satu dunia itu kembali ke lapangan setelah cedera dan mulai menemukan ritme lagi. Petenis Spanyol itu berhasil memenangkan beberapa poin di game berikutnya sambil menunjukkan tanda-tanda bahwa cederanya tidak serius. Alcaraz tidak goyah pada servis pertamanya—mempertahankan konsistensi 80% dengan efektivitas 67%—meski tidak memenangkan satu pun poin dari servis keduanya.