Dua Lipa Bantah Pecat Manager yang Boikot Musisi Pro Palestina
Esti setiyowati
Kamis, 25 September 2025 - 21:10 WIB
Dua Lipa Bantah Pecat Manager yang Boikot Musisi Pro Palestina. Foto: Instagram/dualipa.
Bintang pop Dua Lipa membantah laporan media yang mengatakan bahwa ia memecat David Levy, managernya, yang berupaya menghentikan penampilan grup rap Irlandia Kneecap di panggung Glastonbury.
Mail Online mengklaim bahwa David Levy menandatangani surat yang mendesak Emily Eavis, penyelenggara Glastonbury, untuk membatalkan Kneecap dari line-up karena pandangan pro-Palestina mereka.
Baca juga: Dua Lipa Sudah Tiba di Jakarta, Minta Maaf ke Fans Pembatalan Konsernya
Menurut media tersebut, alasan itu yang membuat Lipa memutus kerja sama dengan Levy.
Namun, baik Lipa maupun agensinya, WME menyebut pemberitaan itu adalah salah, dan menyatakan bahwa Levy berhenti bekerja sama dengan sang bintang pada tahun 2019.
Dalam pernyataan terpisah, WME mengatakan kepada BBC, "Laporan yang menyatakan bahwa Dua Lipa atau manajemennya memecat salah satu agen kami karena pandangan politiknya sama sekali tidak benar."
Sementara, Lipa mengkritik upaya Levy untuk membungkam Kneecap. Ia juga mengatakan bahwa pemberitaan tersebut sengaja memprovokasi untuk memicu perpecahan online.
Mail Online mengklaim bahwa David Levy menandatangani surat yang mendesak Emily Eavis, penyelenggara Glastonbury, untuk membatalkan Kneecap dari line-up karena pandangan pro-Palestina mereka.
Baca juga: Dua Lipa Sudah Tiba di Jakarta, Minta Maaf ke Fans Pembatalan Konsernya
Menurut media tersebut, alasan itu yang membuat Lipa memutus kerja sama dengan Levy.
Namun, baik Lipa maupun agensinya, WME menyebut pemberitaan itu adalah salah, dan menyatakan bahwa Levy berhenti bekerja sama dengan sang bintang pada tahun 2019.
Dalam pernyataan terpisah, WME mengatakan kepada BBC, "Laporan yang menyatakan bahwa Dua Lipa atau manajemennya memecat salah satu agen kami karena pandangan politiknya sama sekali tidak benar."
Sementara, Lipa mengkritik upaya Levy untuk membungkam Kneecap. Ia juga mengatakan bahwa pemberitaan tersebut sengaja memprovokasi untuk memicu perpecahan online.