LANGIT7.ID-, - Bintang pop
Dua Lipa membantah laporan media yang mengatakan bahwa ia memecat David Levy, managernya, yang berupaya menghentikan penampilan grup rap Irlandia
Kneecap di panggung
Glastonbury.
Mail Online mengklaim bahwa David Levy menandatangani surat yang mendesak Emily Eavis, penyelenggara Glastonbury, untuk membatalkan Kneecap dari line-up karena pandangan
pro-Palestina mereka.
Baca juga: Dua Lipa Sudah Tiba di Jakarta, Minta Maaf ke Fans Pembatalan KonsernyaMenurut media tersebut, alasan itu yang membuat Lipa memutus kerja sama dengan Levy.
Namun, baik Lipa maupun agensinya, WME menyebut pemberitaan itu adalah salah, dan menyatakan bahwa Levy berhenti bekerja sama dengan sang bintang pada tahun 2019.
Dalam pernyataan terpisah, WME mengatakan kepada BBC, "Laporan yang menyatakan bahwa
Dua Lipa atau manajemennya memecat salah satu agen kami karena pandangan politiknya sama sekali tidak benar."
Sementara,
Lipa mengkritik upaya Levy untuk membungkam Kneecap. Ia juga mengatakan bahwa pemberitaan tersebut sengaja memprovokasi untuk memicu perpecahan online.
"Saya tidak membenarkan tindakan David Levy atau eksekutif musik lainnya terhadap seorang artis yang menyuarakan kebenaran mereka," tulisnya di Insta Story pada Kamis (25/9/2025).
Baca juga: Aliansi Musisi Pro Palestina Protes Intimidasi di Dunia Musik dan Hukum"Bukan hanya beritanya sepenuhnya salah, tetapi bahasa yang digunakan oleh Daily Mail sengaja dibuat provokatif, murni untuk clickbait, dan jelas dirancang untuk memicu perpecahan daring," tambahnya.
"
It's always Free Palestine, tetapi mengeksploitasi tragedi global untuk menjual surat kabar adalah sesuatu yang menurut saya sangat meresahkan."
WME mengakui bahwa Levy berperan di awal karier
Lipa, bahkan sempat menjadi penasihat, namun status itu berakhir sejak awal tahun ini.
Mail Online telah mengoreksi artikelnya dan menyatakan Levy bukan lagi manajer Lipa. Sejak 2022, posisi manajer telah dipegang oleh ayah Lipa, yaitu Dukagjin Lipa.
(est)