LANGIT7.ID-Jakarta; Grup rap asal Irlandia, Kneecap, tampil di Festival Glastonbury di depan puluhan ribu penonton yang meneriakkan “Free Palestine”, meskipun sebelumnya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut bahwa penampilan mereka seharusnya "tidak pantas".
Salah satu personel Kneecap, Liam O’Hanna, pada Sabtu juga menyampaikan “shout-out” kepada kelompok Palestine Action, yang minggu lalu diumumkan Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper akan dimasukkan ke daftar organisasi terlarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000.
“Perdana Menteri negara kalian, bukan negaraku, bilang dia gak mau kami tampil. Jadi, f*** Keir Starmer,” ucap O’Hanna di atas panggung sambil mengenakan syal Palestina khasnya di hadapan lautan penonton yang banyak di antaranya mengibarkan bendera Palestina.
“Kondisi ini memang cukup bikin stres, tapi tetap gak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami rakyat Palestina,” tambah O’Hanna yang di atas panggung dikenal dengan nama Mo Chara. Pernyataannya mengacu pada tekanan yang diterima mereka karena terus terang mendukung rakyat Gaza.
O’Hanna saat ini menghadapi tuduhan melanggar Undang-Undang Terorisme Inggris karena diduga mengibarkan bendera kelompok bersenjata Hizbullah dari Lebanon saat tampil di London pada November tahun lalu. Namun, dia membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa bendera tersebut dilemparkan ke panggung dan dia tidak tahu apa maknanya saat itu.
Saat naik panggung di West Holts Glastonbury—yang bisa menampung sekitar 30.000 penonton—O’Hanna berteriak, “Glastonbury, gue orang bebas!”
![Grup Rap Irlandia, Kneecap, Teriakkan Dukungan untuk Palestina di Glastonbury]()
Ketiganya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara festival, Michael dan Emily Eavis, karena tetap mengizinkan mereka tampil meski mendapat tekanan untuk membatalkannya, termasuk dari PM Starmer.
Sejak penampilan mereka di festival musik Coachella di California bulan April lalu, beberapa konser Kneecap dibatalkan. Saat itu, mereka menuduh Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina dan menyebut AS turut berperan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, perang Israel di wilayah itu telah menewaskan setidaknya 56.412 warga Palestina dan melukai lebih dari 133.000 lainnya.
Masyarakat dan pemerintah Irlandia dikenal sebagai salah satu pihak yang paling vokal mengecam perang tersebut, termasuk tudingan bahwa Israel sengaja membiarkan rakyat Gaza kelaparan—sesuatu yang oleh banyak warga Irlandia dianggap mengingatkan pada sejarah penjajahan Inggris atas Irlandia.
BBC, yang biasanya menayangkan banyak penampilan Glastonbury, tidak menyiarkan secara langsung set Kneecap. Tapi mereka mengatakan akan mengunggahnya secara online nanti.
Namun, BBC menolak memutar ulang penampilan duo rap punk Inggris, Bob Vylan, yang tampil sebelum Kneecap. Dalam penampilannya, mereka memimpin teriakan “Free, free Palestine” dan “Death, death to the IDF (tentara Israel)”.
Juru bicara BBC menyebut bahwa pernyataan tersebut “sangat menyinggung” dan karena itu tidak akan tersedia untuk ditonton ulang di BBC iPlayer.
BBC juga melaporkan bahwa Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, telah menghubungi Direktur Utama BBC, Tim Davie, untuk meminta penjelasan cepat setelah siaran langsung itu tayang.
Polisi Avon dan Somerset juga menyatakan akan meninjau rekaman penampilan Kneecap dan Bob Vylan untuk menentukan apakah ada pelanggaran hukum yang bisa diproses secara pidana.
Kedua band tersebut adalah bagian dari sekitar 4.000 penampil di 120 panggung sepanjang festival tahun ini, yang juga menghadirkan nama-nama besar seperti Neil Young, Charli XCX, Rod Stewart, Busta Rhymes, Olivia Rodrigo, Doechii, serta kejutan dari band Britpop legendaris, Pulp.
(lam)