LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ibu presenter Raffi Ahmad,
Amy Qanita, menjadi perhatian publik usai membagikan
unggahan bernuansa religius di media sosial. Unggahan tersebut dinilai sejumlah warganet sebagai respons terhadap isu oligarki yang melanda
Raffi Ahmad.Dalam unggahan
Instagram Story terbarunya, Amy Qanita membagikan sebuah pesan yang menyinggung tentang
fitnah dan pentingnya
berserah diri kepada Allah ketika menghadapi tuduhan.
Baca juga: Pesan KDM ke Raffi Ahmad di Tengah Isu Suap Bea Cukai: Fokus Kerja, Jangan Panik!"Fitnah bisa menghancurkan nama, tapi tidak mengalahkan kebenaran. Tidak semua tuduhan harus
dibalas dengan amarah," demikian bunyi awal pesan yang diunggah Amy.
Pesan tersebut juga menyebut bahwa fitnah dapat melukai hati, merusak nama baik, hingga membuat orang lain menjauh. Namun, menurut isi unggahan itu, kebenaran tidak memerlukan teriakan untuk tetap menjadi kebenaran.
"Jika hari ini engkau difitnah, jagalah akhlakmu dan serahkan urusanmu kepada Allah. Sebab lisan manusia terbatas, tetapi keadilan Allah tidak pernah salah menilai. Bersabarlah karena pada waktunya Allah akan menampakkan kebenaran dan mengangkat kehormatan orang yang berserah kepada-Nya," lanjut isi unggahan tersebut.
Unggahan tersebut menarik perhatian warganet dan dinilai sebagai bentuk dukungan Amy Qanita untuk Raffi Ahmad yang belakangan menjadi sorotan setelah sejumlah orang yang disebut dekat dengannya mendapatkan posisi di lingkungan pemerintahan.
Baca juga: Raffi Ahmad Tegaskan Tidak Terlibat Kasus Suap Bea CukaiSorotan terhadap Raffi Ahmad semakin menguat setelah asisten pribadinya, Mufli Budi Ananda, diangkat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Kondisi tersebut memunculkan berbagai komentar di media sosial yang mengaitkan Raffi dengan isu dugaan praktik oligarki dan kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
Meski demikian, hingga saat ini Amy Qanita tidak memberikan pernyataan secara langsung bahwa unggahan tersebut ditujukan untuk Raffi Ahmad maupun untuk menanggapi isu yang sedang berkembang. Raffi Ahmad sendiri juga belum memberikan penjelasan yang secara spesifik mengomentari dugaan tersebut.
(est)