Di tengah ketiadaan kepemimpinan tunggal umat, muncul berbagai kelompok yang menyeru pada ideologi asing dan fanatisme golongan. Rasulullah memberikan pesan tegas: lebih baik menyendiri daripada terjebak.
Syaikh Yusuf Qardhawi meluruskan salah kaprah makna fitnah wanita sebagai ujian kenikmatan, bukan kutukan. Peringatan Nabi adalah lampu merah agar laki-laki mawas diri terhadap godaan nafsu dan harta.
Penyusupan dan pengafiran menjadi senjata kaum Khawarij untuk meruntuhkan Khilafah Ali bin Abi Thalib. Sebuah sejarah kelam di mana ibadah yang kuat tidak dibarengi dengan kedalaman ilmu.
Ilmu Kalam menyelamatkan iman dari ekstremisme, namun juga melahirkan kontroversi panjang. Dari Asyariyah hingga kritik Ibn Taymiyyah, teologi Islam tumbuh dalam tarik-menarik akal dan wahyu.
Ilmu Kalam lahir bukan dari ruang sunyi, melainkan dari konflik berdarah. Sejak Fitnah Besar, umat Islam dipaksa berpikir rasional tentang iman, dosa, dan kekuasaan. Dari krisis itu, teologi tumbuh.
Kontroversi kutipan Nahjul Balaghah menggugah kembali perdebatan klasik tentang perempuan, sanad, dan tafsir. Wacana fikih bersilang dengan temuan akademik tentang gender dalam tradisi Islam.
Masa-masa fitnah sebagai periode langka yang justru menuntut kerja keras ekstra. Keperluan untuk melakukan amal saleh pada masa seperti ini lebih ditekankan daripada masa-masa yang lain.
Ketika para pembesar Mekah hampir putus asa menghadapi gerakan dakwah Rasulullah SAW di Mekah, mereka berada dalam kepanikan yang sangat. Berbagai cara telah dilakukan.
Dunia kita adalah dunia yang bercirikan dengan ilmu. Dan sejatinya Islam adalah agama yang terbangun di atas dasar keilmuan. Hanya dengan Ilmu, aspirasi Islam untuk mencapai kesuksesan