Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Verifikasi Berita Hoaks Sesuai Ilmu Hadist

esti setiyowati Rabu, 03 Desember 2025 - 14:44 WIB
Cara Verifikasi Berita Hoaks Sesuai Ilmu Hadist
Cara Verifikasi Berita Hoaks Sesuai Ilmu Hadist. Foto: istimewa.
Fitnah adalah tuduhan palsu atau perkataan bohong pada seseorang yang tidak melakukannya. Dalam Islam, fitnah merupakan salah satu dosa besar. - Fitnah adalah tuduhan palsu atau perkataan bohong pada seseorang yang tidak melakukannya. Dalam Islam, fitnah merupakan salah satu dosa besar.

Di antara fitnah besar zaman ini adalah musibah informasi, yakni berita bohong dan fitnah yang menyebar tanpa tabayyun atau yang familiar disebut hoaks.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Diklaim Promosikan Obat Kuat, Hoaks atau Fakta?

Allah SWT memberi peringatan yang tegas agar umat beriman tidak mudah menyebarkan berita tanpa tabayyun. Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al Hujurat ayat 6,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا…

Artinya: “Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti…” (QS. al-Ḥujurāt: 6).

Allah Ta'ala juga mengingatkan bahwa fitnah lebih berbahaya daripada pembunuhan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

﴿ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ﴾

Artinya: “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.” (QS. al-Baqarah: 191)

Rasulullah SWT juga mengingatkan akan bahaya ghibah dan namimah, dua penyakit lisan dengan wujud baru di dunia maya. Rasulullah bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. al-Bukhārī, no. 6056)

Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Hoaks, The Silent Killer

Lalu bagaimana mengetahui suatu berita itu fakta atau hoaks?

Pendakwah Ibnu Kharish atau yang akrab disapa dengan Ustadz Ahong, membagikan cara memverifikasi berita hoaks sesuai ilmu hadits.

1. Lihat yang pertama kali membuat berita tersebut

Sama seperti dalam verifikasi hadits, harus melihat siapa yang pertama kali meriwayatkan hadits tersebut.

Ustaz Ahong menekankan pada unsur kewaspadaan perlu diberikan kepada siapapun yang mengucapkan atau menuliskan informasi tersebut.

"Kita harus objektif harus adil, kalaupun itu sumbernya dari kelompok kita, tapi kalau itu sifatnya hoaks jangan disebarkan." kata Ustadz Ahong.

2. Kredibilitas pembuat berita

Selanjutnya dengan melihat siapa yang memproduksi berita tersebut. Cek terlebih dahulu, siapakah yang memproduksi informasi tersebut, dari pimpinan suatu kelompok atau salah satu dari sekian banyak anggotanya saja.

Jika dalam hadits harus dilihat apakah orang tersebut orang yang terpercaya, dan dilihat apakah memang betul ia salah satu dari sahabat nabi yang dikenal dekat dengan Rasulullah SAW.

Baca juga: Demonstrasi Menurut Syariat Islam: Bid'ah Politik, antara Amar Ma’ruf dan Potensi Fitnah

3. Kompetensi produser berita

Langkah ketiga adalah melihat kompetensi orang yang memproduksi berita. Contohnya adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia jika berbicara masalah hukum atau ekonomi, maka ia berbicara bukan mewakili bidangnya, maka harus berhati-hati. Jika perlu jangan dijadikan sebagai panduan, karena bukan bidangnya.

Selanjutnya contoh verifikasi dalam hadits juga harus dilihat sesuai bidangnya. Permasalahan dalam rumah tangga, paling tepat yang berbicara adalah hadits dari Sayidah Aisyah RA.

4. Membuat perbandingan dengan media lain

Langkah terakhir adalah membandingkan informasi yang didapat dengan berita yang ada di media mainstream. Umumnya, .edia besar lebih dipercaya dan sudah terkonfirmasi dari narasumber yang kredibel.

Dalam dunia hadits, jika ada satu hadits maka coba bandingkan terlebih dahulu dengan hadits lain. Hal ini dikhawatirkan ada perbedaan bahkan bertentangan antara satu hadist dengan hadits lainnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)