LANGIT7.ID-, Mekkah- - Media sosial baru-baru ini dihebohkan
video viral yang memperlihatkan
paket iftar di
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang berisi uang tunai dalam pecahan 50, 100, hingga 500 Riyal Saudi (SAR).
Dilansir dari Islamic Information, Kamis (26/2/2026), berdasarkan investigasi mendalam, informasi tersebut dipastikan palsu atau
hoaks.
Video yang beredar luas di platform Facebook, Instagram, dan TikTok tersebut menunjukkan jamaah yang seolah-olah "menemukan" uang di dalam kotak iftar mereka.
Baca juga: Cara Verifikasi Berita Hoaks Sesuai Ilmu HadistFaktanya, kemunculan uang tersebut merupakan hasil manipulasi kreatif oleh oknum tertentu.
Pihak berwenang dan penelusuran fakta mengungkapkan bahwa orang-orang dalam video tersebut sengaja memasukkan uang ke dalam kotak mereka sendiri.
Tindakan ini diduga kuat dilakukan hanya untuk menarik perhatian, meningkatkan jumlah
viewers, serta menaikkan
engagement di media sosial lewat konten sensasional.
Otoritas terkait menegaskan bahwa kotak iftar resmi yang dibagikan di
dua masjid suci telah distandarisasi dan melalui proses pengemasan yang ketat.
Paket-paket
buka puasa itu dirancang untuk membantu jamaah berbuka puasa dengan perlengkapan yang praktis dan esensial, bukan sebagai sarana distribusi uang tunai.
Berdasarkan dokumentasi dari pembuat konten tepercaya yang sering meliput kegiatan di Tanah Suci, seperti Abdul Malik Fareed dan Zubair Riaz, paket iftar yang resmi berisikan, kurma pilihan, air zam-zam atau air mineral, jus buah, roti atau biskuit, hingga makanan sederhana lainnya yang sesuai untuk membatalkan puasa.
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Diklaim Promosikan Obat Kuat, Hoaks atau Fakta?Manipulasi praktik keagamaan demi popularitas digital kini menjadi masalah yang semakin meresahkan.
Masyarakat dan jamaah diimbau untuk tidak mudah percaya pada konten yang terlihat terlalu berlebihan dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi milik Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci untuk mendapatkan berita yang akurat.
(est)