LANGIT7.ID, -
Pemerintah Arab Saudi melalui
General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques memastikan
shalat Tarawih di
Masjidil Haram dan
Masjid Nabawi akan dilaksanakan dalam format 10 rakaat.
Ketetapan ini diambil guna mempertahankan tata cara pelaksanaan ibadah yang secara turun-temurun telah diterapkan di kedua masjid suci tersebut.
Baca juga: Shalat Tarawih Membawa Keberkahan bagi Kesehatan Fisik, Emosional, dan MentalPelaksanaan ibadah malam selama Ramadhan di Dua Masjid Suci akan mengikuti ketentuan 10 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Format ini terdiri dari lima kali salam (taslim) yang diakhiri dengan salam penutup dari
shalat Witir.
"Format ini dinilai sesuai dengan kebiasaan utama yang dijaga di dua masjid suci, memperkuat tradisi ibadah dan keseragaman praktik di tengah jemaah internasional," tulis laporan
The Islamic Information, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Pihak otoritas memastikan bahwa rangkaian shalat Tarawih akan ditayangkan secara langsung ke seluruh dunia.
Hal ini bertujuan agar jutaan
umat Islam di berbagai negara dapat merasakan kekhusyukan ibadah di
Tanah Suci secara virtual.
Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Doa yang DiamalkanSementara itu, rincian jadwal serta daftar imam yang bertugas akan diumumkan secara resmi oleh Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci
menjelang awal Ramadan.
Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan 1447 H di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung pada hasil pemantauan hilal.
Bulan suci ini diprediksi berlangsung selama 30 hari penuh, sehingga perayaan Idulfitri kemungkinan besar akan dirayakan pada kisaran 19 hingga 21 Maret 2026.
Selama Ramadan, durasi puasa di Arab Saudi diprediksi berlangsung selama 12 hingga 13 jam. Jamaah akan merasakan suasana yang lebih nyaman karena periode ini bertepatan dengan transisi dari musim dingin menuju musim semi yang cenderung sejuk.
(est)