LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tarawih adalah ibadah khusus yang dilakukan saat bulan Ramadhan.
Shalat sunnah ini dikerjakan untuk menghidupkan malam bulan puasa atau disebut juga Qiyamu Ramadhan.
Shalat Tarawih memiliki keutamaan menghapus dosa yang telah berlalu.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menunaikan shalat pada malam bulan Ramadlan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni. (HR Muslim).
Baca juga: Salat Tarawih yang Dipraktikkan Khulafaur Rasyidin: Berubah di Era Umar bin KhattabSelain itu, tarawih juga memberi manfaat bagi kesehatan dan psikologis yang mengerjakannya.
Melansir About Islam, peneliti dan dokter dari
Islamic Research Foundation International, Ibrahim B. Syed, dalam esainya yang berjudul
‘The Medical Benefits of Taraweeh Prayers’ yang diterbitkan di website IRFI, menyebutkan beragam manfaat tarawih untuk kesehatan fisik, emosional dan mental.
1. Mood dan kondisi mental Menurut Syed, tarawih, seperti halnya shalat apa pun yang dilakukan umat Islam, memiliki efek yang sama pada tubuh dan pikiran seperti olah raga ringan.
Tarawih disebut dapat meningkatkan suasana hati, pikiran dan perilaku seperti halnya
olah raga.Lebih jauh lagi, tarawih dapat memberikan rasa bahagia, mengurangi kecemasan dan
depresi, mempengaruhi suasana hati serta meningkatkan rasa percaya diri.
Kemudian Syed juga mengatakan, tarawih dapat meningkatkan daya ingat pada
lansia, khususnya saat mengulang bacaan surah yang sama.
2. RelaksasiSyed menyebutkan dalam esainya bahwa tarawih membantu mencapai 'respon relaksasi' otak.
Baca juga: Beda Pendapat Soal Bilangan Rakaat Salat Tarawih, Begini Pendapat UlamaRespons relaksasi adalah teori yang dikembangkan oleh profesor Harvard, Dr. Herbert Benson, yang mempelajari dampak spiritualitas terhadap kesehatan fisik dan yang karyanya berfungsi sebagai jembatan antara agama dan kedokteran serta pikiran dan tubuh.
Menurut Benson, pengulangan kata-kata tertentu secara terus-menerus, seperti dalam shalat, atau aktivitas otot yang dibarengi dengan pengabaian pasif terhadap pikiran intensif, menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan detak jantung dan pernapasan.
"Respon relaksasi adalah keadaan fisik istirahat mendalam yang mengubah respon fisik dan emosional terhadap stres," kata Benson.
Menurut penelitian “Pengaruh Sholat Tarawih pada Kesehatan Mental dan Pengendalian Diri” yang dilakukan oleh Quadri Syed Javeed, Head & Associate Professor bidang Psikologi di M.S.S. Art’s Commerce & Science College, di Jalna, India, yang diterbitkan dalam Golden Research Thoughts edisi Februari 2013, shalat tarawih secara signifikan meningkatkan kesehatan mental dan pengendalian diri.
Dalam studinya Javeed meneliti kesehatan mental lima puluh responden berusia 18-30 tahun sebelum dan sesudah shalat menggunakan Inventarisasi Kesehatan Mental dan Multi Assessment Personality Series Inventory, dan hasilnya memperkuat hipotesisnya tentang efek positif tarawih terhadap kesejahteraan mental dan spiritual.
Baca juga: Dalil Muhammadiyah Mendirikan Salat Tarawih 8 Rakaat Ditambah 3 Rakaat Witir3. Aktivitas OtakPenjelasan lain mengenai manfaat tarawih terhadap kesehatan mental dapat ditemukan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh neuropsikolog Universitas Missouri, Brick Johnstone, dan oleh Profesor serta Direktur Penelitian Myrna Brind Center of Integrative Medicine Andrew Newberg.
Dalam penelitian itu, disebutkan bahwa selama doa atau meditasi yang intens, lobus parietal kanan, bagian otak yang bertanggung jawab atas perasaan diri, menjadi oase tenang tanpa aktivitas.
Menurunnya aktivitas lobus parietal kanan menimbulkan rasa tidak mementingkan diri sendiri. Menurut Johnstone kondisi ini berdampak positif terhadap kesehatan psikologis terutama pada orang yang beriman kuat kepada Tuhan.
Hasil kajian Johnstone dan Newberg, teori respons relaksasi Benson, dan penjelasan neurotransmitter Syed, hanya menjawab sebagian pertanyaan tentang bagaimana shalat secara umum, dan shalat tarawih pada khususnya, bermanfaat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan spiritual.
Meskipun ‘caranya’ sebagian besar masih belum diketahui, dampak positif tarawih selama Ramadhan dan salat sehari-hari dalam kehidupan umat Islam sudah jelas bahkan tanpa data ilmiah yang membuktikannya.
Seperti firman Allah SWT dalam surah Al-A'la ayat 15.
وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ
Artinya:
Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.Dan surah Al-Baqarah ayat 153.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(est)