Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 15 Januari 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dalil Muhammadiyah Mendirikan Salat Tarawih 8 Rakaat Ditambah 3 Rakaat Witir

miftah yusufpati Sabtu, 01 Maret 2025 - 17:42 WIB
Dalil Muhammadiyah Mendirikan Salat Tarawih 8 Rakaat Ditambah 3 Rakaat Witir
Istilah tarawih sejatinya tidak dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW maupun di era Sahabat. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang paling dinantikan selama bulan Ramadan. Namun, di balik praktiknya yang telah berlangsung turun-temurun, muncul pertanyaan mengenai asal-usul istilah “tarawih” serta jumlah rakaat yang semestinya dikerjakan.

Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, sebagaimana dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa istilah “tarawih” sejatinya tidak dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW maupun di era Sahabat. Dalam kitab-kitab klasik seperti al-Muwaththa karya Imam Malik dan al-Umm karya Imam Syafii, tidak ditemukan penyebutan kata “tarawih”. Istilah ini baru muncul belakangan, salah satunya dalam karya Imam al-Marwadzi.

Menurut Syamsul, pada zaman Rasulullah SAW, ibadah ini lebih dikenal dengan istilah qiyam ramadan. Meskipun demikian, berdasarkan pendapat Imam Nawawi dalam kitab Syarah Sahih Muslim, qiyam ramadan dan salat tarawih memiliki makna yang sama.

Penjelasan ini menjadi penting dalam merespons pandangan yang menganggap bahwa salat tarawih dan qiyam ramadan adalah dua amalan berbeda, terutama dalam hal jumlah rakaat. Ada yang meyakini bahwa salat tarawih berjumlah 20 rakaat, sedangkan qiyam ramadan hanya 8 rakaat. Namun, menurut Syamsul, klaim ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam referensi hadis yang sahih.

Baca juga: Hukum Shalat Tarawih dan Keutamannya yang Perlu Kamu Tahu

Hadis yang kerap dijadikan rujukan untuk mendukung salat tarawih 20 rakaat berasal dari riwayat Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن جَعْفَرٍ الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بن الْجَعْدِ، حَدَّثَنَا أَبُو شَيْبَةَ إِبْرَاهِيمُ بن عُثْمَانَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي رَمَضَانَ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ. (المعجم الكبير للطبراني: 10 / 86)

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far ar-Razi, Ali bin al-Ja’di, Abu Syaibah bin Utsman dari al-Hakam dari Miqsam dari IbniAbbas, beliau berkata: “Dahulu Nabi SAW melaksanakan shalat (tarawih) di bulan ramadlan 20 rakaat dan shalat witir”. (HR. Al-Thabarani).

Sayangnya, mayoritas ulama hadis sepakat bahwa riwayat ini berstatus dhaif (lemah), bahkan sebagian menilainya sebagai hadis mungkar. Tidak mengherankan jika hadis tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis utama seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan an-Nasa’i.

Atas dasar itu, Muhammadiyah menetapkan jumlah rakaat salat tarawih sebanyak 11 rakaat. Keputusan ini merujuk pada hadis sahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh dua imam hadis terkemuka, Bukhari dan Muslim.

Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Tarawih: Niat, Tata Cara, dan Doa yang Diamalkan

Dalam hadis tersebut, ketika Abu Salamah Ibn Abd ar-Rahman bertanya kepada Aisyah tentang salat malam Rasulullah SAW di bulan Ramadan, Aisyah menjawab bahwa Nabi tidak pernah melakukannya lebih dari 11 rakaat.

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا

“Dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman (diriwayatkan) bahwa dia bertanya kepada ‘Aisyah r.a.: Bagaimana tata cara shalat Nabi saw pada bulan Ramadhan? ‘Aisyah r.a. menjawab: Beliau shalat (sunah qiyamul–lail) pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi empat rakaat, maka jangan kamu tanya tentang kualitas bagus dan panjangnya kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR. al-Bukhari Nomor 3304).

Berdasarkan keterangan ini, Rasulullah SAW menjalankan salat malamnya dengan pola empat rakaat salam, dilanjutkan empat rakaat salam, dan ditutup dengan witir tiga rakaat. Inilah yang kemudian menjadi dasar Muhammadiyah dalam menentukan jumlah rakaat salat tarawih yang lebih sesuai dengan tuntunan Nabi SAW.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:30
Maghrib
18:18
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan