LANGIT7.ID-, Miami - -
FIFA memastikan bahwa
bendera Arab Saudi dan
Irak tidak akan lagi diletakkan di atas tanah selama rangkaian seremoni sebelum pertandingan Piala Dunia 2026. Hal itu dilakukan sebagai penghormatan terhadap
kalimat tauhid yang tercantum pada kedua bendera tersebut.
Dalam pertandingan
Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, FIFA memperkenalkan format seremoni baru yang menampilkan bendera raksasa kedua tim yang dibentangkan di masing-masing sisi lapangan sebelum laga dimulai. Biasanya, bendera-bendera tersebut dibentangkan dan diletakkan di atas permukaan lapangan saat para pemain berbaris di dekat lingkaran tengah untuk menyanyikan lagu kebangsaan.
Baca juga: Bendera Offside yang Tertunda Bisa Segera Jadi Sejarah? FIFA Perkenalkan Teknisi Offside Baru untuk Piala DuniaNamun, ketika Arab Saudi dan Irak bertanding, FIFA menerapkan prosedur berbeda. Bendera kedua negara tetap dibentangkan tetapi dipegang di atas permukaan tanah, sehingga seremoni pra-pertandingan dapat berlangsung tanpa mengabaikan sensitivitas keagamaan yang melekat pada simbol nasional tersebut.
“Sebagai bagian dari penyempurnaan upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, FIFA memperkenalkan presentasi baru yang lebih berorientasi kepada penggemar,” kata juru bicara FIFA, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2026).
“Dalam pelaksanaan seremoni tersebut, FIFA bekerja sama secara erat dengan tim-tim peserta untuk mengakomodasi permintaan yang wajar terkait penyajian dan tata acara.” lanjutnya.
Seperti diketahui, bendera Arab Saudi memuat kalimat Syahadat, yaitu deklarasi keimanan dalam Islam yang berbunyi, “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.”
Sementara itu, bendera Irak memuat kalimat “Allahu Akbar”, yang berarti “Allah Maha Besar”.
Baca juga: Kegiatan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Diwajibkan di Hari Pertama Semester GenapBagi umat Islam, meletakkan bendera yang memuat kalimat suci di atas tanah atau lantai yang dapat diinjak dianggap tidak menghormati makna religius yang terkandung di dalamnya. Karena itu, penyesuaian yang dilakukan FIFA dipandang sebagai upaya untuk menjaga penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan sekaligus mempertahankan kemeriahan seremoni sebelum pertandingan.
(est)