Ratusan Pelajar Medan Antusias Ikut Sosialisasi TKA, Kolaborasi Kemendikdasmen dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Lusi mahgriefie
Senin, 29 September 2025 - 07:08 WIB
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Kemendikdasmen berkolaborasi mengadakan sosialisasi TKA di Medan. Foto: dok. Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong partisipasi siswa pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Berbagai kegiatan sosialisasi program ini dilakukan, salah satunya melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) dengan tema "Tes Kemampuan Akademik untuk Pendidikan Bermutu".
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kota Medan pada Sabtu (27/9). Berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), acara ini dihadiri oleh 700 peserta yang terdiri dari pelajar, guru dan kepala sekolah. Dengan tujuan memberikan pemahaman jelas mengenai TKA, sebagai alat validasi objektif capaian siswa, membuka ruang dialog serta memastikan kesiapan pelajar menyambut pelaksanaannya pada November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia menekankan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen positif untuk memetakan kemampuan siswa mempersiapkan masa depan.
Baca juga:Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kolaborasi dengan Kemendikdasmen Gelar Sosialisasi TKA di Bogor
"TKA hadir untuk mengevaluasi capaian akademik yang kredibel, adil dan relevan. Oleh sebab itu, melalui FKP ini, kami ingin agar para siswa memahami bahwa TKA bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Justru sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk mengukur diri dan lebih percaya diri menyiapkan langkah menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja," ujar Anang, dikutip Senin (29/9/2025).
Dari sisi teknis, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Badan Standar,Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Rahmawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA untuk kelas 12 dijadwalkan pada 1 - 9 November 2025 ini bersifat opsional namun sangat dianjurkan.
"Peserta nanti akan mengerjakan lima mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan dua mata pelajaran pilihan, secara berbasis komputer. Hasilnya akan berupa sertifikat skor nasional yang dapat digunakan untuk melengkapi administrasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), memasuki dunia kerja, atau bahkan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri," jelasnya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kota Medan pada Sabtu (27/9). Berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), acara ini dihadiri oleh 700 peserta yang terdiri dari pelajar, guru dan kepala sekolah. Dengan tujuan memberikan pemahaman jelas mengenai TKA, sebagai alat validasi objektif capaian siswa, membuka ruang dialog serta memastikan kesiapan pelajar menyambut pelaksanaannya pada November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia menekankan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen positif untuk memetakan kemampuan siswa mempersiapkan masa depan.
Baca juga:Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kolaborasi dengan Kemendikdasmen Gelar Sosialisasi TKA di Bogor
"TKA hadir untuk mengevaluasi capaian akademik yang kredibel, adil dan relevan. Oleh sebab itu, melalui FKP ini, kami ingin agar para siswa memahami bahwa TKA bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Justru sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk mengukur diri dan lebih percaya diri menyiapkan langkah menuju perguruan tinggi maupun dunia kerja," ujar Anang, dikutip Senin (29/9/2025).
Dari sisi teknis, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Badan Standar,Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Rahmawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA untuk kelas 12 dijadwalkan pada 1 - 9 November 2025 ini bersifat opsional namun sangat dianjurkan.
"Peserta nanti akan mengerjakan lima mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan dua mata pelajaran pilihan, secara berbasis komputer. Hasilnya akan berupa sertifikat skor nasional yang dapat digunakan untuk melengkapi administrasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), memasuki dunia kerja, atau bahkan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri," jelasnya.