Kemenhaj Terapkan Sistem Barak untuk Latih Petugas Haji 2026
Tim langit 7
Selasa, 30 September 2025 - 17:08 WIB
Kemenhaj Terapkan Sistem Barak untuk Latih Petugas Haji 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan mekanisme baru dalam proses rekrutmen petugas haji 2026. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada November 2025, dan setiap calon yang lolos nantinya akan langsung masuk ke barak pelatihan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebutkan, tahap pelatihan akan digelar cukup ketat. Para petugas diwajibkan mengikuti pembinaan intensif selama tiga hingga empat minggu sebelum benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
“Petugas itu otomatis pasti ada rekrutmen. Nanti kami melakukan rekrutmen terhadap petugas haji itu mungkin dimulai-mulai di bulan-bulan November,” ujar Dahnil saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).
Baca juga:Kemenhaj Fokus Migrasi ASN, Lowongan Petugas Haji 2026 Disebut Hoaks
Menurut Dahnil, pola pelatihan dalam barak ini difokuskan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Ia mengakui masih banyak keluhan dari jemaah terkait kinerja petugas di lapangan, sehingga program baru ini diharapkan bisa jadi solusi.
Selama berada di barak, para petugas akan mendapat pembekalan tiga kemampuan inti. Pertama adalah penguatan fisik agar siap menghadapi tantangan di lapangan. Kedua, pemahaman fikih dasar haji supaya mampu menjawab berbagai pertanyaan dari jemaah. Ketiga, penguasaan bahasa Arab tingkat dasar.
“Supaya kemudian secara fisik mereka kuat, minimal kuat jalan, kuat gendong, kemudian fikih dasar haji karena kadang-kadang jamah kami tidak peduli yang penting mereka ingin tahu ketika petugas itu ditanya mereka paham, makanya harus dibekali fikih dasar haji. Kemudian yang kedua bahasa arab dasar supaya kalau ditanyain minimal bisa bahasa arab yang mudah-mudah,” jelas dia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebutkan, tahap pelatihan akan digelar cukup ketat. Para petugas diwajibkan mengikuti pembinaan intensif selama tiga hingga empat minggu sebelum benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
“Petugas itu otomatis pasti ada rekrutmen. Nanti kami melakukan rekrutmen terhadap petugas haji itu mungkin dimulai-mulai di bulan-bulan November,” ujar Dahnil saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).
Baca juga:Kemenhaj Fokus Migrasi ASN, Lowongan Petugas Haji 2026 Disebut Hoaks
Menurut Dahnil, pola pelatihan dalam barak ini difokuskan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Ia mengakui masih banyak keluhan dari jemaah terkait kinerja petugas di lapangan, sehingga program baru ini diharapkan bisa jadi solusi.
Selama berada di barak, para petugas akan mendapat pembekalan tiga kemampuan inti. Pertama adalah penguatan fisik agar siap menghadapi tantangan di lapangan. Kedua, pemahaman fikih dasar haji supaya mampu menjawab berbagai pertanyaan dari jemaah. Ketiga, penguasaan bahasa Arab tingkat dasar.
“Supaya kemudian secara fisik mereka kuat, minimal kuat jalan, kuat gendong, kemudian fikih dasar haji karena kadang-kadang jamah kami tidak peduli yang penting mereka ingin tahu ketika petugas itu ditanya mereka paham, makanya harus dibekali fikih dasar haji. Kemudian yang kedua bahasa arab dasar supaya kalau ditanyain minimal bisa bahasa arab yang mudah-mudah,” jelas dia.
(lam)