BSI Jadi Motor Perbankan Syariah Menuju Era ESG dan Standar Global IFRS S1 & S2
Tim langit 7
Kamis, 02 Oktober 2025 - 14:34 WIB
BSI Jadi Motor Perbankan Syariah Menuju Era ESG dan Standar Global IFRS S1 & S2
LANGIT7.ID-Jakarta;PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menegaskan komitmen industri untuk menjadi yang terdepan dalam era baru keuangan berkelanjutan.
Hal ini ditandai dengan langkah proaktif menjawab tantangan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS S1 dan S2) yang akan segera diadopsi.
BSI bersama Asbisindo, United Nations Development Programme (UNDP), dan United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP Fl) menyelenggarakan Roundtable Discussion on ESG.
Forum strategis ini mempertemukan regulator OJk, Ikatan Akuntan Indonesia (IAl), serta pimpinan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah untuk menyatukan langkah dan merumuskan strategi adaptasi industri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembentukan Kelompok Kerja (Working Group) Keberlanjutan di bawah Asbisindo.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan bahwa penerapan ESG bagi perbankan syariah bukan lagi sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan sebuah kebutuhan strategis yang mendesak.
"Penerapan ESG kini menjadi penilaian utama bagi investor global, lembaga rating, nasabah. Seiring dengan rencana OJK menyempurnakan POJK 51/2017 dan adopsi standar IFRS S1 & S2, pelaporan keberlanjutan harus terintegrasi penuh ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko," ujar Bob dalam keterangan resmi, Kamis (2/10/2025).
Hal ini ditandai dengan langkah proaktif menjawab tantangan integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS S1 dan S2) yang akan segera diadopsi.
BSI bersama Asbisindo, United Nations Development Programme (UNDP), dan United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP Fl) menyelenggarakan Roundtable Discussion on ESG.
Forum strategis ini mempertemukan regulator OJk, Ikatan Akuntan Indonesia (IAl), serta pimpinan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah untuk menyatukan langkah dan merumuskan strategi adaptasi industri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembentukan Kelompok Kerja (Working Group) Keberlanjutan di bawah Asbisindo.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyatakan bahwa penerapan ESG bagi perbankan syariah bukan lagi sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan sebuah kebutuhan strategis yang mendesak.
"Penerapan ESG kini menjadi penilaian utama bagi investor global, lembaga rating, nasabah. Seiring dengan rencana OJK menyempurnakan POJK 51/2017 dan adopsi standar IFRS S1 & S2, pelaporan keberlanjutan harus terintegrasi penuh ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko," ujar Bob dalam keterangan resmi, Kamis (2/10/2025).