BSI Pacu Inovasi Digital, BYOND dan BEWIZE Jadi Motor Pertumbuhan Keuangan Syariah
Tim langit 7
Senin, 06 Oktober 2025 - 16:49 WIB
BSI Pacu Inovasi Digital, BYOND dan BEWIZE Jadi Motor Pertumbuhan Keuangan Syariah
LANGIT7.ID–Jakarta;PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dengan strategi digitalisasi yang agresif. Melalui dua inovasi unggulannya, aplikasi BYOND by BSI dan BEWIZE by BSI, bank syariah terbesar di Tanah Air ini menjawab perubahan preferensi nasabah menuju layanan keuangan yang lebih modern, efisien, dan sesuai prinsip syariah.
Dalam forum internasional BI-IILM-IFSB-IsDB Joint High-Level Seminar & Investor Forum di Hotel Kempinski, Jakarta, BSI menegaskan visinya untuk mengakselerasi inklusi keuangan syariah melalui inovasi digital. Acara tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, hingga Sekjen IFSB Ghiat Shabsigh, dengan tema “Enhancing Resilience and Innovation in Liquidity Management for Islamic Financial Services Industry.”
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, memaparkan, “Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi juga menjadi kontributor terbesar kedua aset perbankan syariah di Asia-Pasifik, yakni 13%,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Meski begitu, ia menyoroti bahwa selama lebih dari satu dekade, penetrasi pasar industri perbankan syariah masih relatif stagnan di bawah 5%. Namun, sejak berdirinya BSI pada 2021, terjadi lonjakan signifikan. “Kehadiran BSI sejak 2021 lalu membuktikan bahwa dengan adanya bank syariah dengan aset yang besar mampu mendorong peningkatan penetrasi pasar keuangan syariah meningkat 7-8%,” jelasnya.
Anggoro menambahkan bahwa lonjakan ini juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat. “Riset menunjukkan segmen nasabah ‘Universalist’ dan ‘Rationalist’, yang memilih bank syariah berdasarkan keunggulan fungsional dan manfaat produk, telah meningkat dari 46,2% pada 2014 menjadi 59,1% pada 2024.”
Dengan perubahan perilaku nasabah yang semakin rasional, BSI berfokus mengembangkan layanan digital modern. “Pergeseran ini adalah sinyal kuat bahwa nasabah kini menuntut layanan syariah yang kompetitif dan modern. Untuk itu, penguatan digital menjadi hal dasar untuk mendorong penetrasi produk dan layanan keuangan syariah,” lanjut Anggoro.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah kini dapat melakukan transaksi finansial, sosial, hingga spiritual dalam satu platform. Sementara BEWIZE by BSI hadir sebagai solusi transformasi cash management untuk nasabah institusi.
Dalam forum internasional BI-IILM-IFSB-IsDB Joint High-Level Seminar & Investor Forum di Hotel Kempinski, Jakarta, BSI menegaskan visinya untuk mengakselerasi inklusi keuangan syariah melalui inovasi digital. Acara tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, hingga Sekjen IFSB Ghiat Shabsigh, dengan tema “Enhancing Resilience and Innovation in Liquidity Management for Islamic Financial Services Industry.”
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, memaparkan, “Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi juga menjadi kontributor terbesar kedua aset perbankan syariah di Asia-Pasifik, yakni 13%,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).
Meski begitu, ia menyoroti bahwa selama lebih dari satu dekade, penetrasi pasar industri perbankan syariah masih relatif stagnan di bawah 5%. Namun, sejak berdirinya BSI pada 2021, terjadi lonjakan signifikan. “Kehadiran BSI sejak 2021 lalu membuktikan bahwa dengan adanya bank syariah dengan aset yang besar mampu mendorong peningkatan penetrasi pasar keuangan syariah meningkat 7-8%,” jelasnya.
Anggoro menambahkan bahwa lonjakan ini juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat. “Riset menunjukkan segmen nasabah ‘Universalist’ dan ‘Rationalist’, yang memilih bank syariah berdasarkan keunggulan fungsional dan manfaat produk, telah meningkat dari 46,2% pada 2014 menjadi 59,1% pada 2024.”
Dengan perubahan perilaku nasabah yang semakin rasional, BSI berfokus mengembangkan layanan digital modern. “Pergeseran ini adalah sinyal kuat bahwa nasabah kini menuntut layanan syariah yang kompetitif dan modern. Untuk itu, penguatan digital menjadi hal dasar untuk mendorong penetrasi produk dan layanan keuangan syariah,” lanjut Anggoro.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah kini dapat melakukan transaksi finansial, sosial, hingga spiritual dalam satu platform. Sementara BEWIZE by BSI hadir sebagai solusi transformasi cash management untuk nasabah institusi.