FIFA Bongkar Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Malaysia
Esti setiyowati
Selasa, 07 Oktober 2025 - 11:29 WIB
FIFA Bongkar Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Malaysia. Foto: Ist.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menegaskan bahwa tujuh pemain naturalisasi Malaysia terbukti tidak memiliki kakek dan nenek yang lahir di negara tersebut sebagaimana diklaim.
Dalam putusannya FIFA memberikan sanksi kepadaFederasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan ketujuh pemain tersebut.
Baca juga: Naturalisasi Miliano Jonathans Resmi Dimulai, Timnas Dapat Tambahan Daya Ledak
FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen kelahiran kakek dan nenek dari tujuh pemain Malaysia itu. Tujuh nama pemain "warisan" itu yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Hasil temuan menunjukkan tidak satu pun dari kakek dan nenek dari para pemain ini lahir di Malaysia. Kakek dan nenek tujuh pemain ini justru lahir di Spanyol, Argentina, Brasil hingga Belanda.
Setiap akta kelahiran leluhur menunjukkan detail yang diubah – tempat lahir di luar negeri diganti dengan kota-kota di Malaysia untuk memalsukan hubungan keluarga.
Seperti María Belen Martín diubah dari Santa Cruz de la Palma, Spanyol ke Melaka, Malaysia. Kemudian, Carlos Fernandez dari Santa Fe, Argentina ke Penang, Omar Holgado Gardon: Buenos Aires dari Argentina ke George Town, dan lainnya.
Dalam putusannya FIFA memberikan sanksi kepadaFederasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan ketujuh pemain tersebut.
Baca juga: Naturalisasi Miliano Jonathans Resmi Dimulai, Timnas Dapat Tambahan Daya Ledak
FIFA menemukan adanya pemalsuan dokumen kelahiran kakek dan nenek dari tujuh pemain Malaysia itu. Tujuh nama pemain "warisan" itu yaitu Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Hasil temuan menunjukkan tidak satu pun dari kakek dan nenek dari para pemain ini lahir di Malaysia. Kakek dan nenek tujuh pemain ini justru lahir di Spanyol, Argentina, Brasil hingga Belanda.
Setiap akta kelahiran leluhur menunjukkan detail yang diubah – tempat lahir di luar negeri diganti dengan kota-kota di Malaysia untuk memalsukan hubungan keluarga.
Seperti María Belen Martín diubah dari Santa Cruz de la Palma, Spanyol ke Melaka, Malaysia. Kemudian, Carlos Fernandez dari Santa Fe, Argentina ke Penang, Omar Holgado Gardon: Buenos Aires dari Argentina ke George Town, dan lainnya.