home wirausaha syariah

Gejolak Geopolitik Uji Stabilitas Pasar Modal Syariah Indonesia

Selasa, 07 Oktober 2025 - 15:45 WIB
Gejolak Geopolitik Uji Stabilitas Pasar Modal Syariah Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta;Pasar modal syariah Indonesia menghadapi tantangan baru di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Meski terus mencatat pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, dinamika geopolitik kini menjadi faktor eksternal yang berpotensi mengguncang kepercayaan investor.

Sistem investasi berbasis syariah ini memiliki ciri unik berupa proses penyaringan ganda. Pada tahap pertama, kegiatan usaha emiten dinilai agar sesuai dengan prinsip Islam. Tahap berikutnya menggunakan rasio keuangan untuk memastikan setiap transaksi tetap berada dalam batas etis dan halal.

Namun, di tengah penerapan prinsip etika tersebut, risiko geopolitik menjadi faktor yang sulit dihindari. Konflik internasional dan ketegangan politik global terbukti mampu memengaruhi nilai investasi, sekaligus membentuk perilaku investor dalam merespons ketidakpastian.

Dosen Universitas Airlangga, Bayu Arie Fianto, menjelaskan hasil penelitiannya yang menyoroti hubungan antara risiko geopolitik dan dua indeks utama pasar saham syariah di Indonesia, yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Menurut Bayu, ancaman geopolitik berdampak negatif terhadap pengembalian JII dan ISSI. Namun, ketika peristiwa geopolitik benar-benar terjadi, pengaruhnya tidak seragam.

"JII cenderung mengalami penurunan, sedangkan ISSI menunjukkan respon positif. Perbedaan ini mencerminkan adanya diversifikasi sektoral dan strategi realokasi investasi yang lebih defensif pada ISSI, sehingga indeks ini tampak lebih stabil di tengah ketidakpastian global," ujar dia, dikutip dari karya ilmiahnya, Selasa (7/10/2025).

Bayu menilai, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasar saham syariah tetap sensitif terhadap risiko geopolitik. Karena itu, ia mendorong agar otoritas pasar modal mengintegrasikan penilaian risiko global ke dalam kebijakan stabilitas keuangan. Langkah seperti uji ketahanan (stress testing), peningkatan literasi keuangan, serta penguatan pengawasan makroprudensial disebutnya penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan pasar modal syariah tetap tangguh menghadapi gejolak global.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya