Menteri Fadli Zon Doakan Kelancaran Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang yang Kini Berlanjut
Tim langit 7
Rabu, 08 Oktober 2025 - 17:14 WIB
Menteri Fadli Zon Doakan Kelancaran Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang yang Kini Berlanjut
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri kegiatan doa bersama di Situs Cagar Budaya Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon kelancaran atas kajian lanjutan dan pemugaran situs Gunung Padang yang tengah dilakukan oleh Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk meneruskan penelitian dan pemugaran situs yang diyakini menyimpan warisan peradaban kuno Nusantara. “Ini semacam permulaan bagi kita untuk melakukan kajian lanjutan dan pemugaran situs cagar budaya Gunung Padang,” ujar Menteri Fadli Zon.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menyebut bahwa Gunung Padang merupakan situs yang masih menyimpan banyak misteri bagi dunia ilmu pengetahuan. Dirinya berharap kajian dan pemugaran yang tengah dilakukan oleh para ilmuwan ini dapat berkesinambungan guna menghasilkan berbagai temuan yang mengindikasikan usia serta keberadaan Gunung Padang.
“Situs ini menjadi misteri yang perlu dipecahkan oleh para ilmuwan. Ada punden berundak, dan boleh dibilang ada piramida buatan manusia di sini. Kita tidak memiliki cetak biru tentang bagaimana situs ini dibangun, tapi dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan, sedikit demi sedikit rahasianya akan terungkap,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Menbud Fadli, penelitian dan pemugaran Gunung Padang bukan sekadar menggali masa lalu, tetapi juga bagian dari amanah generasi saat ini untuk melindungi warisan leluhur dari kerusakan, termasuk akibat bencana alam yang melanda. “Kita diberi amanah di generasi ini. Inilah waktunya kita lakukan pemugaran sesuai dengan keahlian kita untuk melindungi situs ini dari bencana alam. Semoga situs ini dapat berdiri sebagaimana dulunya, dan fungsi aslinya dapat tersibak, termasuk alasan mengapa disebut sebagai Gunung Padang,” ujarnya.
Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang, Ali Akbar, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan yang terus diberikan. “Terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan yang terus mendukung dalam kajian situs Gunung Padang. Ini adalah situs cagar budaya peringkat nasional yang luar biasa, baik dari segi ukuran maupun usianya,” ungkap Ali Akbar.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan tahap awal pemugaran pada bagian sisi situs yang mengalami longsor. “Pemugaran tahap awal dan terbatas akan difokuskan pada pelindungan bagian sisi situs yang sebagian sudah mengalami longsor. Akan kami lakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Semoga kajian di bagian tengah situs juga menghasilkan informasi-informasi penting untuk selanjutnya dapat dilakukan pemugaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk meneruskan penelitian dan pemugaran situs yang diyakini menyimpan warisan peradaban kuno Nusantara. “Ini semacam permulaan bagi kita untuk melakukan kajian lanjutan dan pemugaran situs cagar budaya Gunung Padang,” ujar Menteri Fadli Zon.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menyebut bahwa Gunung Padang merupakan situs yang masih menyimpan banyak misteri bagi dunia ilmu pengetahuan. Dirinya berharap kajian dan pemugaran yang tengah dilakukan oleh para ilmuwan ini dapat berkesinambungan guna menghasilkan berbagai temuan yang mengindikasikan usia serta keberadaan Gunung Padang.
“Situs ini menjadi misteri yang perlu dipecahkan oleh para ilmuwan. Ada punden berundak, dan boleh dibilang ada piramida buatan manusia di sini. Kita tidak memiliki cetak biru tentang bagaimana situs ini dibangun, tapi dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan, sedikit demi sedikit rahasianya akan terungkap,” jelas dia dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Menbud Fadli, penelitian dan pemugaran Gunung Padang bukan sekadar menggali masa lalu, tetapi juga bagian dari amanah generasi saat ini untuk melindungi warisan leluhur dari kerusakan, termasuk akibat bencana alam yang melanda. “Kita diberi amanah di generasi ini. Inilah waktunya kita lakukan pemugaran sesuai dengan keahlian kita untuk melindungi situs ini dari bencana alam. Semoga situs ini dapat berdiri sebagaimana dulunya, dan fungsi aslinya dapat tersibak, termasuk alasan mengapa disebut sebagai Gunung Padang,” ujarnya.
Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Gunung Padang, Ali Akbar, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan yang terus diberikan. “Terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan yang terus mendukung dalam kajian situs Gunung Padang. Ini adalah situs cagar budaya peringkat nasional yang luar biasa, baik dari segi ukuran maupun usianya,” ungkap Ali Akbar.
Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan tahap awal pemugaran pada bagian sisi situs yang mengalami longsor. “Pemugaran tahap awal dan terbatas akan difokuskan pada pelindungan bagian sisi situs yang sebagian sudah mengalami longsor. Akan kami lakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Semoga kajian di bagian tengah situs juga menghasilkan informasi-informasi penting untuk selanjutnya dapat dilakukan pemugaran,” jelasnya.