Ekosistem Halal Indonesia Melesat, 9,6 Juta Produk Sudah Tersertifikasi Halal
Tim langit 7
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 14:08 WIB
Ekosistem Halal Indonesia Melesat, 9,6 Juta Produk Sudah Tersertifikasi Halal
LANGIT7.ID–Jakarta; Capaian besar kembali ditorehkan ekosistem halal nasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Halal (Sihalal) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), hingga Oktober 2025 tercatat lebih dari 9,6 juta produk di Indonesia telah bersertifikat halal. Angka ini menandai akselerasi luar biasa dalam implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) dan menjadi bukti meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal.
Namun, bagi BPJPH, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir. Lembaga di bawah Kementerian Agama itu terus memperluas kolaborasi lintas sektor serta memperkuat digitalisasi layanan demi memastikan proses sertifikasi semakin cepat, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sistem jaminan produk halal di Indonesia.
"BPJPH terus berkoordinasi, bersinergi berkolaborasi dengan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, Asosiasi Usaha, Perguruan Tinggi, organisasi profesi, organisasi masyarakat, dan stakeholder lainnya, untuk memastikan layanan sertifikasi halal semakin efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan mudah," kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (10/10/25).
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa transformasi digital menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi layanan sertifikasi halal.
"BPJPH juga terus melakukan digitalisasi dan integrasi layanan sertifikasi halal untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi," sambungnya.
Tak hanya di dalam negeri, BPJPH juga memperluas jejaring kerja sama internasional. Lembaga tersebut aktif membangun kolaborasi strategis dengan sejumlah institusi halal di Rusia, Amerika Serikat, dan China melalui berbagai forum dan kemitraan resmi. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengakuan sertifikat halal Indonesia sekaligus memperluas pasar ekspor produk halal nasional.
Namun, bagi BPJPH, keberhasilan tersebut bukanlah titik akhir. Lembaga di bawah Kementerian Agama itu terus memperluas kolaborasi lintas sektor serta memperkuat digitalisasi layanan demi memastikan proses sertifikasi semakin cepat, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sistem jaminan produk halal di Indonesia.
"BPJPH terus berkoordinasi, bersinergi berkolaborasi dengan Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, Asosiasi Usaha, Perguruan Tinggi, organisasi profesi, organisasi masyarakat, dan stakeholder lainnya, untuk memastikan layanan sertifikasi halal semakin efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan mudah," kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (10/10/25).
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa transformasi digital menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi layanan sertifikasi halal.
"BPJPH juga terus melakukan digitalisasi dan integrasi layanan sertifikasi halal untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi," sambungnya.
Tak hanya di dalam negeri, BPJPH juga memperluas jejaring kerja sama internasional. Lembaga tersebut aktif membangun kolaborasi strategis dengan sejumlah institusi halal di Rusia, Amerika Serikat, dan China melalui berbagai forum dan kemitraan resmi. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengakuan sertifikat halal Indonesia sekaligus memperluas pasar ekspor produk halal nasional.