home edukasi & pesantren

Pemerintah Bakal Renovasi Pesantren di Wilayah Rawan Bencana

Rabu, 15 Oktober 2025 - 10:25 WIB
Penandatanganan MoU antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama. Foto: dok. Kemenag
Pemerintah melakukan langkah nyata terhadap pesantren di Indonesia, terutama di wilayah rawan bencana dengan melakukan renovasi. Rencana ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

Proses penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Menko Muhaimin menyampaikan, pemerintah memfokuskan renovasi bagi pesantren yang berada di wilayah berisiko tinggi, memiliki lebih dari seribu santri, dan tidak memiliki kemampuan finansial untuk membangun secara mandiri.

"Renovasi akan diprioritaskan bagi pesantren yang rawan, berjumlah santri di atas seribu orang, dan yang betul-betul tidak mampu melanjutkan pembangunan. Pemerintah ingin semua santri belajar dalam lingkungan yang aman," tegas Muhaimin, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (15/10/2025).

Baca juga:Viral Seruan Boikot Trans7, Diduga Lecehkan Pesantren dan Kiai Lirboyo

Selajutnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh lembaga keagamaan yang memiliki risiko struktural tinggi.

"Kami bersama seluruh jajaran vertikal Kementerian Agama di daerah, dari Kanwil hingga KUA, sedang melakukan pemetaan gedung-gedung keagamaan yang rawan, termasuk pesantren di wilayah miring, pinggir sungai, atau berusia di atas seratus tahun," jelas Menag.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya