Peringatan Hari Batik, Menperin: Batik Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional
Mahmuda attar hussein
Kamis, 07 Oktober 2021 - 12:55 WIB
Usaha batik yang berperan bagi perekonomian nasional. Foto: Pixabay
Industri batik menjadi salah satu sektor yang berkontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Bahkan, dari sektor batik ini mampu mengurangi angka pengangguran karena mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan masyarakat
Setidaknya, sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.
“Industri batik, merupakan bagian dari industri tesktil, menjadi salah satu sektor andalan dalam implementasi peta jalan terintegrasi Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada acara Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2021 di Yogyakarta, Rabu (6/10).
Baca juga: Menperin: Indonesia Jadi Market Leader Industri Batik Dunia
Menurutnya, industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, industri batik juga cukup diminati di pasar global.
Kementerian Perindustrian mencatat, capaian ekspor batik pada 2020 mencapai USD532,7 juta, dan selama periode triwulan I tahun 2021 mampu menembus USD157,8 juta.
“Industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia,” ujar Agus.
Setidaknya, sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.
“Industri batik, merupakan bagian dari industri tesktil, menjadi salah satu sektor andalan dalam implementasi peta jalan terintegrasi Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada acara Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2021 di Yogyakarta, Rabu (6/10).
Baca juga: Menperin: Indonesia Jadi Market Leader Industri Batik Dunia
Menurutnya, industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, industri batik juga cukup diminati di pasar global.
Kementerian Perindustrian mencatat, capaian ekspor batik pada 2020 mencapai USD532,7 juta, dan selama periode triwulan I tahun 2021 mampu menembus USD157,8 juta.
“Industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia,” ujar Agus.