Sungai Biuku Banjarmasin akan Dijadikan Kampung Wisata Berbasis Alam
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 17:11 WIB
Sungai Biuku akan dijadikan kampung wisata berbasis alam (foto: instagram/ didiwhydal.production)
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin terus mendorong kawasan Sungai Biuku di Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, sebagai kampung wisata berbasis alam.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyatakan keinginannya untuk mewujudkan Sungai Biuku sebagai sebuah obyek wisata alamiah. Ia pun berharap hal ini bisa diwujudkan bersama-sama.
"Kita berharap Sungai Buiuku menjadi objek wisata yang memiliki sentuhan alami, di mana ada rumah-rumah banjar, lengkap dengan sarana jukungnya, dihiasi oleh vegetasi lokal yang disertai pula dengan kehadiran satwa, seperti biuku atau bidawang," kata Ibnu seperti dikutip dari Antara, Kamis (6/10).
Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkot Banjarmasin telah mengidentifikasi kelayakan serta menyusun rancang besar atau masterplan dari pengembangan wilayah ini. Ibnu meminta bantuan kepada pihak Tecnikatama, sebuah jasa konsultan membuat rencana induk terkait gambaran atau arah pembangunan objek wisata tersebut.
"Apabila sudah terwujud apa yang diinginkan, maka di Banjarmasin akan ada obyek wisata unggulan berbasis sungai, lahan perkebunan, kehidupan tradisi, lahan pertanian, kuliner khas, usaha kecil menengah, serta memunculkan usaha-usaha baru," ujarnya.
Selain itu, Ibnu juga meminta dukungan semua pihak dalam upaya mencapai keinginan tersebut sebagaimana ditetapkan sesuai rencana induk.
"Jangan didahului dan dimiliki pihak lain, terutama deveploper. Karena kalau sudah terdahului pihak lain maka gagal mewujudkan wilayah tersebut sebagai objek wisata alamiah," tegasnya.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyatakan keinginannya untuk mewujudkan Sungai Biuku sebagai sebuah obyek wisata alamiah. Ia pun berharap hal ini bisa diwujudkan bersama-sama.
"Kita berharap Sungai Buiuku menjadi objek wisata yang memiliki sentuhan alami, di mana ada rumah-rumah banjar, lengkap dengan sarana jukungnya, dihiasi oleh vegetasi lokal yang disertai pula dengan kehadiran satwa, seperti biuku atau bidawang," kata Ibnu seperti dikutip dari Antara, Kamis (6/10).
Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkot Banjarmasin telah mengidentifikasi kelayakan serta menyusun rancang besar atau masterplan dari pengembangan wilayah ini. Ibnu meminta bantuan kepada pihak Tecnikatama, sebuah jasa konsultan membuat rencana induk terkait gambaran atau arah pembangunan objek wisata tersebut.
"Apabila sudah terwujud apa yang diinginkan, maka di Banjarmasin akan ada obyek wisata unggulan berbasis sungai, lahan perkebunan, kehidupan tradisi, lahan pertanian, kuliner khas, usaha kecil menengah, serta memunculkan usaha-usaha baru," ujarnya.
Selain itu, Ibnu juga meminta dukungan semua pihak dalam upaya mencapai keinginan tersebut sebagaimana ditetapkan sesuai rencana induk.
"Jangan didahului dan dimiliki pihak lain, terutama deveploper. Karena kalau sudah terdahului pihak lain maka gagal mewujudkan wilayah tersebut sebagai objek wisata alamiah," tegasnya.