Fadli Zon Buka Pameran ‘Dinamika dalam Diam’: Meresapi Refleksi Visual Dua Maestro Seni Rupa Indonesia
Tim langit 7
Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:21 WIB
Fadli Zon Buka Pameran Dinamika dalam Diam: Meresapi Refleksi Visual Dua Maestro Seni Rupa Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir sekaligus membuka pameran seni rupa bertajuk “Dinamika dalam Diam” di Balai Budaya Jakarta, Menteng. Pameran ini menampilkan karya-karya dua perupa terkemuka, Tulus Warsito dan Ar. Soedarto, yang telah lama berkiprah dalam dunia seni rupa Indonesia dengan pendekatan dan karakter visual yang khas.
Menbud Fadli Zon mengatakan pameran ini memperlihatkan kedalaman pemikiran dan kekuatan visual dalam menyampaikan gagasan tentang “diam” dan “dinamika” dalam seni rupa, sebuah konsep yang menunjukkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya.
Pameran ini, menurut Menbud Fadli, lahir dari gejolak pemikiran dua seniman yang dituangkan dalam bentuk visual yang begitu kuat, tetapi tetap hening dalam penyampaiannya. Menbud Fadli Zon menekankan bahwa karya-karya yang ditampilkan memang “diam”, tetapi di dalamnya banyak gejolak yang menimbulkan berbagai perspektif bagi siapa saja yang melihat. Ia menilai pameran ini sebagai bentuk refleksi mendalam atas perjalanan kreatif para seniman, tetapi tetap menggugah dan bergerak di ruang batin penikmatnya.
“Dalam diam pun, sesungguhnya ada dinamika,” ujar Menbud Fadli menggarisbawahi makna tajam dari tema pameran, Rabu (22/10/2025).
Sebanyak 31 karya yang dipresentasikan dalam pameran ini menunjukkan intensitas dinamika yang kuat, yakni permainan warna, komposisi bentuk, eksplorasi simbol, serta kekuatan tema yang diangkat.
Menbud Fadli mengatakan, “Diam dapat menjadi bentuk kepekaan, kekuatan, dan ketajaman rasa. Dalam diam, para seniman justru menemukan ruang yang luas untuk menggali nilai, menggugah perasaan, dan menyampaikan pesan melalui karyanya.”
Dalam pameran ini, Ar. Soedarto menampilkan karya-karya seperti Gunungan Aksoro Jowo, Looking Javanese Script, dan Bulan Biru yang merepresentasikan aliran abstrak dengan muatan simbol-simbol budaya lokal dan spiritual.
Menbud Fadli Zon mengatakan pameran ini memperlihatkan kedalaman pemikiran dan kekuatan visual dalam menyampaikan gagasan tentang “diam” dan “dinamika” dalam seni rupa, sebuah konsep yang menunjukkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya.
Pameran ini, menurut Menbud Fadli, lahir dari gejolak pemikiran dua seniman yang dituangkan dalam bentuk visual yang begitu kuat, tetapi tetap hening dalam penyampaiannya. Menbud Fadli Zon menekankan bahwa karya-karya yang ditampilkan memang “diam”, tetapi di dalamnya banyak gejolak yang menimbulkan berbagai perspektif bagi siapa saja yang melihat. Ia menilai pameran ini sebagai bentuk refleksi mendalam atas perjalanan kreatif para seniman, tetapi tetap menggugah dan bergerak di ruang batin penikmatnya.
“Dalam diam pun, sesungguhnya ada dinamika,” ujar Menbud Fadli menggarisbawahi makna tajam dari tema pameran, Rabu (22/10/2025).
Sebanyak 31 karya yang dipresentasikan dalam pameran ini menunjukkan intensitas dinamika yang kuat, yakni permainan warna, komposisi bentuk, eksplorasi simbol, serta kekuatan tema yang diangkat.
Menbud Fadli mengatakan, “Diam dapat menjadi bentuk kepekaan, kekuatan, dan ketajaman rasa. Dalam diam, para seniman justru menemukan ruang yang luas untuk menggali nilai, menggugah perasaan, dan menyampaikan pesan melalui karyanya.”
Dalam pameran ini, Ar. Soedarto menampilkan karya-karya seperti Gunungan Aksoro Jowo, Looking Javanese Script, dan Bulan Biru yang merepresentasikan aliran abstrak dengan muatan simbol-simbol budaya lokal dan spiritual.